Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Agustus 2008

Review hape SE G502..

Gue dah pernah cerita blum tentang hape baru gue? Yup, sebulan yang lalu gue yg baru aja dapet rejeki 1,5 jeti hasil dari ikutan reality-show komando 6 beli hape Sony Ericsson G502. Gara-garanya hape gue yang lama (motorolla V3 item) kebasahan air laut pas nyeburin xxxxxx di pantai cilacap waktu dia juara komando 6 dan memenangi mobil SUV seharga 200jetian. Hiks... Tapi gapapa, kebetulan gue jadi punya alasan buat beli hape baru, hehe ;P
Hapenya gue beli di BEC tanggal 30 Juli, di sebuah counter hape kecil. Hape itu gue beli 'sekon', seharga 1,55 jeti (klo harga baru = 1,7 jeti, lumayan ngehemat 150rebu, padahal sama aja kayak beli hape baru tuh) . Hapenya baru dipake tanggal 14 Juli, alias baru 2 minggu yang lalu keluar dari gerai resmi Sony Ericsson. Bahkan kata penjualnya, hape itu baru dipake 5 hari, terus dijual ke toko itu karena yang punya sebelumnya (cowo, dia dikasih hape itu sebagai hadiah ultah) gak sreg sama hape itu. Gara-garanya hapenya kelewat mungil. Plis lah, klo gue sih peduli amat, yang penting dikasih ini :P .Garansinya aja belom mulai tuh, garansinya baru mulai jalan ntar tanggal 30 September 2008.
Gue emang dah ngincer hape itu sejak dari rumah. Dengan berbekal sebuah tabloid seluler yg berisi daftar spesifikasi& harga hape, dengan penuh semangat gue berkeliling BEC melihat2 hape2. Padahal sebelumnya gue ngincer Nokia N73 sekon, dan gue pun gak nemu Ericsson G502 sekon ini pas keliling2 counter2 BEC (karena emang tipe yang baru ada di pasaran) sampai gue hoki bangett bisa ngeliat tuh hp mungil di counter tempat gue beli tuh hape.
Gue ngincer Ericsson G502 karena kebetulan baru aja direview oleh di edisi terbaru tabloid seluler yang jadi referensi gue. Spesifikasi yang mantap (sesuai kebutuhan gue), ditambah dengan harga yang terjangkau (di bawah 2jeti) adalah yang ngebuat gue tertarik dengan hape ini. Kebetulan yang gue inginkan itu hape dengan fasilitas mp3 player, radio, kamera min 2MP, video, ama kemampuan internet yang memadai. Dan semua dimiliki oleh G502. G502 juga tipe baru (tipe G - yang diperuntukkan sebagai smartphone). Tipe G ini bikin gue ngerasa klop hape gue keren, soalnya banyak yang gak 'kenal' dengan tipe G. Maklum, yang terkenal kan Ericsson tipe W (walkman), K (kamera phone), dan P (symbian phone). Jadi orang2 pada takjub gitu pas tau ada tipe-G. (atau jgn2 itu mah gue aja yang ke-GRan kali yaa?)
Review pertama: Display. Keren banget, layarnya TFT 262k dengan resolusi 240x320. Gambarnya tajam dan warnanya cerah, mantap lah. Beda dengan hape ericsson seri K ama W yang lebih buram.
Kedua : mp3 player&radio. Suara di speaker ama headsetnya keren, bassnya jempol deh, maklum dah MegaBass. Enak didengerin, bikin gaya hidup gue berubah (Ciehhh..). Gue jadi seneng banget pake headset sambil denger musik ke mana-mana.
Ketiga : Kamera 2MP. Walaupun gak ada autofocus ama flash, tapi kamera nya gak ngecewain. Bikin banyak momen spontan, kapan pun di mana pun, bakal bisa kita abadikan (ciee bahasa iklan nih gue :P ). Gak mungkin kan kita mau bawa digicam kemana2, klo hape kan kita kantongin terus ke menong2, banyak yg boker pun masih sempet smsan kan (hayooo ngaku lo??.. )
Ke4 : Kemampuan internet mantabh benerrrrrr dahhhh!!! Karena udah 3,5G (HSDPA) yang bandwidth nya lebar, walaupun gak ada fasilitas videocall (ahh peduli amat, gue gak butuh videocall!) bikin kita serasa internetan di depan kompie. Bener2 cepettttt! Mau buka situs apa pun, langsung terakses dalam beberapa detik. Gila.. (maav kampring, hehe). apalagi klo operator seluler lo pake i*3, yang tarif internetnya cuma Rp.1 per KB. Bener2 surga dunia lah buat orang2 yang butuh hape untuk internet mobile kapan pun di mana pun. Misalnya internet di kosan lagi mati, atau lagi kebelet mau buka situs xxx yang selalu di ban oleh si cumi proxy itb, lo tinggal buka Opera Mini, terus ketik alamat situsnya, langsung dah bisa browsing. Apalagi ym an doang mah, cetek.
Ke5 : Desainnya mungil dan terkesan mewah, karena terlihat seperti terbuat dari metal (klo yg punya gue kan warnanya silver). Lucu dan enak diliat deh. Gue saranin beli aja yg warna silver jangan yg item.
Tapi ada juga kelemahannya. Baterainya kok boros ya? Tiap hari harus di charge. Mungkin karena gue aktifin terus si HSDPA, denger mp3 mulu via headset, ym an dibiarin stanby mulu, kalee ya. Terus kadang2 suka ngehang, jadi kudu dicabut baterenya dulu. Dan hari ini, konektor headset dengan hape jadi longgar gitu, jadinya klo kesenggol dikit konektor headset-hapenya, langsung keluaran suara di headset jadi gak jelas. Kata teman gue, itu emang penyakit lama konektor Sony Ericsson.

But anyway, hape ini bikin gue jadi fans sony Ericsson. Klo gue beli hape lagi, mungkin gue bakal beli ericsson lagi deh. Gue emang berencana beli smartphone murni , yang udah punya fasilitas symbian sama wifinya. Supaya gue bisa internetan kapan pun dimanapun!

I love internet and listening music so much...

Selasa, 20 Mei 2008

Menggunakan Telnet

Keluar ITB, pake www.google.com
dengan telnet:



situs pada jaringan ITB, menggunakan alamat students.itb.ac.id

Dengan telnet:

Jika dibandingkan, menggunakan web broser akan terlihat tag HTML yang rapi serta lebih mudah dilihat. Namun jika menggunakan Telnet dengan port 80, akan ditampilkan statistik website yang diakses, serta statistik komputer server tempat website yang kita akses melakukan hosting.

Email :


Menuju komputer pada jaringan internal ITB :

SBY sayang gw!

Dari yahoo

Jumat, 09 Mei 2008

A. Metoda Instalasi FreeBSD

Ada dua cara yang dapat digunakan untuk melakukan instalasi software pihak ketiga di FreeBSD : package dan ports. Melakukan instalasi dengan cara package berarti kita harus lebih dahulu mendownload file software yang ingin diinstall serta kemudian melakukan instalasi yang relatif cukup ‘manual'. File package tersebut salinan semua perintah, file dokumentasi, file konfigurasi, dll yang dalam keadaan pre-compiled. Untuk mendapatkan source tarball, kita dapat melakukan akses dan mendownload source dari suatu ftp kemudian menempatkannya di local host.

Sedangkan apabila kita melakukan instalasi dengan FreeBSD ports, kita dapat melakukan instalasi dari sekumpulan koleksi file (pada saat awal instalasi FreeBSD kita dapat sekaligus melakukan instalasi file-file bawaan tersebut, atau dapat kita install setelah FreeBSD terinstall) yang didesain untuk mengotomatisasi proses kompilasi dari source-code tersebut. Menginstall dengan metoda ports sangat mudah. Cukup dengan menjalankan beberapa perintah sederhana, maka source-code akan secara otomatis melakukan proses download file yang dibutuhkan, mengekstraknya, patch, kompilasi, serta menginstall pada local host.

B. Command pada FreeBSD :

# ls : melihat isi direktori.

Contoh : gustaf# ls

# cd : melakukan perpindahan direktori ke suatu direktori tertentu.

Contoh : gustaf#cd /usr /ports (pindah ke direktori /usr/ports)

# pwd : melihat direktori tempat kita berada saat ini.

Contoh : gustaf# pwd

/root/proftpd-1.2.8 (berarti kita ada di direktori /root/proftpd-1.2.8

# sysinstall : melakukan edit konfigurasi atau melakukan installasi pada sysinstall

Contoh : gustaf# sysinstall

# ftp : melakukan akses ke suatu alamat ftp

Contoh : gustaf#ftp lhauk.ee.itb.ac.id (berarti kita ingin masuk ke ftp lhauk)

# man : mengakses manual page untuk suatu command tertentu

Contoh : gustaf# man cd (kita ingin tahu halaman petunjuk penggunaan command ‘cd’)

# pkg_add : melakukan proses ekstraksi package

Contoh : gustaf#pkg_add

# install : melakukan proses copy suatu source ke suatu direktori target tertentu

Contoh : gustaf#make install (melakukan copy direktori program yang akan diinstall)

# shutdown –p : melakukan proses shutdown (power-off) suatu sistem FreeBSD

Contoh : gustaf#shutdown –p now (opsi ‘now’ berarti kita ingin melakukannya sekarang juga)

# reboot : melakukan proses booting ulang (restart) sistem FreeBSD

Contoh : gustaf#reboot

# exit : keluar dari shell FreeBSD

Contoh : gustaf#exit (kita akan logout dan keluar untuk login sebagai user lain)

# mkdir : membuat direktori baru

Contoh : gustaf#mkdir foto (kita akan membuat direktori ‘foto’ di direktori kita berada)

# rm -rf : melakukan proses hapus (remove) suatu direktori beserta semua isinya

Contoh : gustaf#rm –rf /usr/ports (mendelete semua isi direktori di /usr/ports)

# cp : melakukan proses copying suatu direktori/file

Contoh : gustaf# cp readme bacagua (melakukan proses copy file ‘readme’ menjadi file bernama ‘bacagua’ yang isi filenya sama persis dan tanpa menghapus file ‘readme’.)

# mv : melakukan proses memindahkan suatu direktori/file ke alamat lain atau rename

Contoh : gustaf# mv bacagua readmeall (melakukan proses rename file ‘bacagua’ menjadi file ‘readmeall’.)

Jumat, 28 Maret 2008

Cara Kerja Protokol Komunikasi TCP/IP di internet

Pada hari Sabtu (22 Maret) yang lalu, saya menonton sebuah film animasi tentang cara kerja protokol TCP/IP. Film itu menganalogikan berbagai aspek dalam transmisi data pada protokol TCP/IP. Misalnya, paket-paket data dianalogikan dengan truk-truk yang dilabeli oleh alamat IP tujuan, router dan switch yang berfungsi untuk mengalihkan dan memilihkan jalur komunikasi tiap paket data dianalogikan dengan robot yang melempar truk-truk data ke jalur yang tepat, firewall dianalogikan sebagai penjaga pintu yang akan menentukan manakah paket data yang berhak masuk/keluar dalam jaringan, dsb.

Di posting ini, saya ingin menceritakan ulang proses transmisi data menggunakan protokol TCP/IP pada film tersebut. Misal kita mengandaikan bahwa proses data yang akan berlangsung adalah proses data yang direkues klien dari server. Pertama-tama, komputer klien akan mengirimkan data dalam bentuk biner yang isinya meminta rekues data yang diinginkan dari server. Apabila menggunakan protokol IPv4, maka data biner yang ditransmisikan akan berupa data berbentuk 32-bit. Sedangkan apabila menggunakan protokol IPv6, maka data biner tersebut akan sepanjang 128-bit.

Seluruh data biner yang direkues klien ke server tersebut tidak langsung seluruhnya dikirim dalam bentuk satu kesatuan, tapi dipecah-pecah dan dikirim dalam bentuk paket-paket data. Paket-paket data tersebut akan dilabeli dengan alamat IP server tujuan. Seandainya komputer klien tersebut memiliki Firewall, maka Firewall akan “merazia” paket-paket data tersebut. Firewall hanya akan melewatkan paket-paket data yang sesuai dengan “ketentuan” dan setting yang dimiliki oleh Firewall tersebut.

Selanjutnya, paket-paket data ini akan diteruskan ke dalam jaringan LAN (Local Area Network) melalui switch. Switch merupakan alat telekomunikasi yang membuat interkoneksi antar LAN. Paket data yang menuju Switch rawan mengalami data collision (kerusakan paket data), terutama ketika data traffic dalam LAN sedang tinggi. Hal tersebut dikarenakan paket data yang ditransmisikan melalui Switch hanya berlangsung dalam satu arah. Paket data yang selamat dari collison akan diteruskan oleh Switch ke jaringan yang lebih luas lagi daripada skala LAN yang ditangani oleh Switch tersebut.

Setelah paket data melalui switch, maka paket data akan melanjutkan perjalanannya ke jaringan LAN/WAN setempat. Paket data ini selanjutnya harus melalui proxy server yang hanya akan melewatkan sejumlah paket data yang telah terautentifikasi. Paket data yang tidak terautentifikasi akan dihancurkan oleh proxy server tersebut.

Apabila sejumlah paket data tersebut telah terautentifikasi dan berhasil lolos dari proxy server, maka paket data harus melalui router. Router inilah yang menjadi gerbang terakhir pada WAN (di mana komputer klien terdaftar) sebelum masuk ke dalam jaringan internet yang terhubung ke seluruh dunia. Router merupakan sebuah alat yang cerdas di mana router akan selalu mengusahakan jalur tercepat dan terbaik untuk suatu paket data sampai ke alamat IP tujuan.

Ketika suatu paket data telah masuk ke dalam jaringan internet, maka paket data akan menelusuri jaringan internet dengan berbagai media, seperti kabel bawah laut, satelit, dan berbagai media telekomunikasi yang lain. Paket data ini akan terus menelusuri jaringan internet dengan jalur terbaik yang telah dipilihkan oleh router sampai paket data ini mencapai WAN/LAN di mana komputer server terletak.

Sebelum paket data ini dapat memasuki WAN/LAN server tujuan, paket data ini harus melalui Firewall terlebih dahulu. Firewall ini akan menentukan apakah paket data tersebut boleh atau tidak boleh memasuki WAN/LAN server tersebut.

Paket data yang lulus Firewall akan kembali diarahkan oleh bridge, switch, maupun gateway pada jaringan lokal menuju alamat IP server yang dituju. Setelah mencapai alamat IP server tujuan, maka paket data akan di-unpacking sehingga data biner yang direkues oleh klien akan diterjemahkan oleh komputer server. Server kemudian akan mengirimkan data biner yang direkues oleh klien, kemudian kembali membagi (split) keseluruhan data tersebut menjadi paket-paket data. Kemudian paket-paket data ini akan kembali dikirim ke komputer klien dengan metoda TCP/IP.

Kira-kira begitulah proses transmisi data menggunakan protokol TCP/IP. Pada kenyataanya, banyak sekali paket data yang hancur selama proses transmisi tersebut. Namun, kecepatan pengiriman paket data tersebut melalui media fisik secara relatif dapat mendekati kecepatan cahaya (300.000 m/s). Sehingga paket data yang rusak dapat direkues kembali oleh protokol TCP/IP tanpa kita sadari.

- Posting ini dibuat dengan tujuan (salah satunya) untuk memenuhi tugas kaderisasi ARC –

*Sori klo rada sotoy... :P *


Oleh :

Gustaf Ardana (13206187)

Teknik Telekomunikasi – Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Jumat, 21 Maret 2008

Cara Nginstall FreeBSD menggunakan VMware

Saya baru saja melakukan instalasi FreeBSD dan Linux Ubuntu versi 7.04 dengan menggunakan VMware workstation. Apa itu VMware? VMware adalah sebuah software untuk membuat sebuah mesin virtual (virtual machine) yang dapat mengoperasikan suatu operating-system yang dijalankan dalam operating-system lainnya, misalnya FreeBSD yang dioperasikan dalam Microsoft Windows XP. Ibarat fungsi rekursif dalam logika pemrograman.

Jadi dalam kasus yang saya lakukan, saya melakukan instalasi FreeBSD (dan Linux Ubuntu) di dalam sistem operasi Microsoft XP Professional. Karena pada umumnya melakukan proses instalasi suatu sistem operasi menggunakan VMware adalah hampir sama, maka dalam posting ini, saya hanya akan coba sharing dengan rekan2 tentang proses instalasi FreeBSD yang baru saja saya lakukan.

Installer dan Live-CD FreeBSd (maupun Ubuntu) dapat didownload dari internet dan banyak beredar di mana-mana. Selain itu, program VMware pun dapat didownload dari berbagai macem situs internet. Tanya aja dengan Mbah Google. Oh ya, untuk installer FreeBSD dapat kita gunakan file berformat iso ataupun langsung menggunakan CD. Bagi rekan2 yang punya akses dengan jaringan ITB, menurut teman saya installernya yang berbentuk ISO (berikut VMware) dapat didownload di ftp://user.arc.itb.ac.id (saya sendiri belum pernah mendownload dari sini).

Dalam instalasi kali ini, saya menggunakan installer FreeBSD berupa CD. Setelah meng-install VMware dalam Windows XP yang saya gunakan, silakan open aja tuh VMware. Selanjutnya akan muncul windows seperti ini...


Selanjutnya kita akan melakukan setting terhadap virtual machine yang akan kita buat sebagai induk semang dari FreeBSD yang akan kita install. Setelah muncul windows tersebut, klik opsi “New Virtual Machine”. Saya tidak akan menampilkan gambar untuk setting virtual machine ini karena akan terlalu banyak. Setelah meng-klik opsi “New Virtual Machine”, akan muncul windows “New Virtual Machine Wizard”, klik saja Next. Selanjutnya pilih mode “Typical” pada windows Virtual Machine Configuration. Lalu pilih operating-system “other” pada opsi guest operating-system kemudian set version pada “FreeBSD”, lalu klik Next. Lalu pilihlah lokasi direktori mana kita akan menyimpan file-file FreeBSD kita. Direktori ini selanjutnya akan berisi file-file virtual machine FreeBSD yang akan memakan space yang besar (tergantung pilihan kapasitas yang akan kita sediakan untuk FreeBSD yang akan kita install). Makanya pilih direktori yang masih memiliki freespace yang cukup besar pada partisi windows di harddisk kita.

Selanjutnya VMware akan bertanya tentang Network Connection yang akan kita gunakan, pilih saja mode “Use Network Address Translation”. Dengan menggunakan mode ini, mesin virtual FreeBSD kita akan berlaku seperti sistem operasi mandiri dan memiliki alamat IPnya sendiri, serta dengan mengonfigurasi router/modem, FreeBSD itu dapat menjadi sebuah server (meskipun berupa mesin virtual, artinya bekerja secara virtual dalam sistem operasi Windows XP). Kemudian akan ditanyakan alokasi diskspace yang akan kita sediakan untuk FreeBSD. Saya memilih alokasi 8 Gigabyte. Jangan centang opsi “Allocate All Diskspace Now” jika teman2 tidak ingin menjadikan FreeBSD sebagai sistem operasi utama. Setelah menentukan alokasi diskspace, klik saja Finish.

Setelah itu, pastikan CD berisi installer FreeBSD telah berada dalam CD-ROM. Lalu silakan klik “start this virtual machine”. Atau jika mau, boleh konfigurasi default hardware yang akan dialokasikan untuk mengoperasikan FreeBSD dengan klik “edit virtual machine setting”. Silakan pilih konfigurasi memory, harddisk, CD-ROM dll. Saya memilih 512 MB alokasi memory untuk digunakan FreeBSD nanti (berhubung laptop saya terpasang 2GB memory). Centang juga “connect exclusively to this virtual machine” pada setting CD-ROM connection. Setelah cocok, baru klik “start this virtual machine”. Akan muncul windows Selamat Datang :


FreeBSD akan secara otomatis meload CD dari CD-ROM. Lalu akan ditanyakan country selection untuk menentukan tipe keyboard yang kita gunakan seperti berikut :


Pilih saja tipe keyboard standar yaitu United States. Lalu akan muncul windows berikut :

Pilih saja usage standard (begin a standar installation – recommended). Berikutnya klik saja OK, lalu akan muncul windows untuk melakukan slice (partisi) pada FreeBSD. Saya membuat empat partisi (untuk memudahkan operasi FreeBSD nantinya), yaitu untuk root atau /, /usr , /home (semacam direktori my document pada windows), dan swap. Hasilnya seperti ini :

Lalu akan muncul windows Boot Manager seperti berikut. Pilih saja “install boot manager”, lalu OK. Lalu akan muncul windows yang memberikan instruksi untuk menginstall partisi pada slice yang telah kita buat tadi. Ketik saja “A” untuk Auto Default kemudian Q (finish). Hasil dari slice partisi FreeBSD tadi seperti berikut :

Selanjutnya akan muncul berbagai windows. Untuk pilihan “install FreeBSD port collection” pilih Yes. Nah, ini baru penting : Pada windows choose installation media pilih opsi 1 yaitu “install from a FreeBSD CD/DVD” (untuk meng-install dari CD-ROM drive) seperti berikut :

Kemudian akan muncul windows konfirmasi yang menanyakan bahwa kita bersedia menerima risiko kehilangan data-data dari operating-system yang telah eksis. Tapi tenang aja, dengan menggunakan VMware, kita terbebas dari risiko kehilangan data-data penting pada sistem operasi Microsoft Windows XP (yang saya gunakan – misalnya) karena dengan VMware kita seolah-olah tidak pernah menginstall sistem operasi apapun sebelumnya. Pilih YES. Selanjutnya tinggal buat kopi, dan tunggu sampai proses instalasi FreeBSD selesai.

– Posting ini dibuat untuk tujuan (salah satunya) memenuhi tugas kaderisasi ARC –

Dibuat oleh :

Gustaf Ardana (13206187)

Teknik Telekomunikasi ITB - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Jumat, 07 Maret 2008

Sesirih Kapur ttg FreeBSD

* posting pertama gua di blog ini tentang bidang IT, spesial bwt kru2 ARC... :P *

Apa itu FreeBSD...?

FreeBSD merupakan sebuah operating sistem bertipe open source yang menyerupai UNIX. Kenapa disebut menyerupai UNIX? Karena pada dasarnya, FreeBSD bukan sebuah klon dari UNIX, dia adalah sebuah turunan dari AT&T UNIX (yang sistem kerjanya mengadopsi UNIX).

FreeBSD ini merupakan sebuah sistem operasi yang sangat handal karena memiliki masa uptime yang panjang, tidak kalah dengan sistem operasi berbasis UNIX. Artinya, FreeBSD sanggup untuk menjalankan peran sebagai os sebuah server tanpa perlu mengalami hang, crash, dan update kernel dalam waktu yang sangat lama (bisa sampai bertahun-tahun, katanya...).

FreeBSD sendiri mulai berkembang dengan sangat pesat sejak awal tahun 1990an yang dipicu oleh patchkit (sebuah program atau sistem operasi, biasanya bertipe opensource, yang dikembangkan oleh banyak orang) yang dikembangkan oleh para pengguna sistem operasi 386BSD. Nah, patchkit dari para user os. 386BSD ini lalu dikembangkan lebih lanjut dengan mengadopsi sistem operasi hasil pengembangan dari Universitas Kalifornia – Berkeley yaitu 4.3BSD-Lite dengan menggunakan banyak komponen 386BSD dan kode dari Free Software Foundation.

Peluncuran versi resmi pertama FreeBSD dikoordinir oleh Jordan Hubbard cs pada akhir tahun 1993. Nama ”FreeBSD” sendiri dicetuskan oleh David Greenman. Perkembangan versi awal FreeBSD ini sangat pesat karena sebuah perusahaan distribusi CD (compact disk, tau lah ya... :-) bernama Walnut Creek CDROM sepakat bekerja sama untuk mendistribusikan FreeBSD dalam bentuk CD dan online dengan koneksi internet yang cepat. Hasilnya, pada tahun 1996 FreeBSD digunakan secara luas, bahkan oleh banyak ISP (internet service protocol) komersial. Saat ini, perkembangan FreeBSD telah mencapai versi stabil 7.0 yang baru dirilis kmaren-kmaren, tanggal 27 Februari 2008.

FreeBSD punya logo yang cukup unik, sebuah setan merah yang dinamakan Beastie. Banyak yang nganggap si Beastie itu lucu dan pas digunakan sebagai logo FreeBSD, tapi ada juga yang gak setuju klo Beastie jadi logo resmi FreeBSD, alasannya karena dianggap tidak menjual. Tapi klo kata gua sih Beastie tuh keren juga loh... Gak percaya? Liat aja nih fotonya :


Lucu yak...?

*hehe, tulisannya dkecilin aja ahh... :P *

posting tentang FreeBSD ini gua cari inspirasinya dari : http://en.wikipedia.org

by gustaph ardana – cakru ARC tahun 2007 & 2008 ^_^


Rabu, 24 Oktober 2007

Susahnya Beli HP

Beberapa hari terakhir ini – tepatnya sih sejak hari lebaran – gua ngerasa terasing banget dari peradaban, terutama dari komunikasi dengan saudara n temen2 gua. Bayangin aja, selama sebelas hari, sejak H-2 lebaran ampe H+8 lebaran, gua tinggal sendirian aja di rumah tanpa alat komunikasi vital (eh, jangan ngeres dulu ente; kata ’komunikasi’nya dibaca juga donk) saat ini: Handphone. Berhubung mama n adekku nebeng mudik bareng om ke *piiipppppp...* (sensor :-), gua terpaksa ’meninggalkan diri’ sendiri di rumah. Yah, sebenernya bisa aja sih ikut mereka mudik ke kampuang halaman,, tape eh tapi berhubung juga abis libur lebaran puluhan sks ujian menunggu, gagal deh rencana mudik n ketemu sodara2 nyokap n bokap di sono. Padahal udah 7 taun gak mudik; wah pasti udah pada gede n cakep2 tuh keponakan2 gua – sama kayak omnya, hehe..

Emang AADC sih? Tunggu dulu! Ini bukan tentang AADCnya Rangga dan Cinta; tapi tentang Ada Apa Dengan Cellphone gua? Begini ceritanya: Asalnya gua punya 2 HP GSM; yang satu Siemens A55, satunya lagi Sony Ericsson T610i. Nah si abang sony teh pas dua minggu sebelum lebaran chargernya rusak, jadi ngga bisa dicharge.. Tapi pikir gua: ’Ah males ke BEC nih, lagian juga masih ada hp yang satu lagi’. Jadilah gua pake yg siemens.. Eh charger tak dapat diraih, kecemplung tak dapat ditolak. Iya! HP siemens satu2nya yg tersisa tewas pas kecemplung ke air sirop ABC rasa orange squash yg lagie gua minum.. Bah, tuh hp teteup angger keukeuh teu tiasa dianggo deui. Padahal udah gua jemur seharian di bawah terik matasapi eh matahari, tetep rusak.. Akibatnya gua terisolasi dari dunia luar, gak bisa dihubungi dan menghubungi.. Untung masih sempet ngirim sms lebaran ke temen2 pake hp pinjeman.

Nah, begitu ceritanya. Jadi udah ampir dua mingguan nih gua gak megang hp. Sial,, mana pas kuliah mulai gua dijutekin lagi oleh seseorang gara2 dia gak bisa ngehubungi gua n gua gak pernah ngehubungi dia. Maklum, gua ditinggalin nyokap mudik dengan duit pas-pasan buat makan doank, bisa2 makan nasi+masako doank gua klo kudu nelepon ke wartel segala mah!

Itu sebabnya udah semingguan gua ancer2 mau beli HP baru (males beli sekon, harga ampir sama dgn yang anyar tapi resiko barang ’modif nan bobrok’ terbuka lebar – ribet emang klo beli HP sekon!). Gua mau jual aja deh HP yg Sony Ericsson T610i itu. Daripada beli charger baru yang harganya seratusan ribu (yg notabene seperempat dari harga pasaran HP T610i sekon), mending gua HP baru kan! Itu juga klo tuh HP masih bagus. Gua ragu HP itu masih oke – masalahnya, terakhir hp itu ’hidup’, layarnya kayak ada yg konslet gitu.

Nah, gua udah nge-list daftar HP inceran. Awalnya sih gua pasang budget gak lebih dari satu juta (rupiah lah!) n kudu beli HP yg masih kinclong alias anyar. Gua juga ngebuat ’kriteria’ HP idaman gua. Pertama: kudu ada fasilitas kamera dan video yang lumayan buat ukuran HP (berhubung gua udah lama pengen bisa fotografi – tapi berhubung duit tabungan gua gak dialokasikan buat beli digicam, rencananya sih buat beli laptop pas awal tahun depan – ini syarat mutlak! Dan kameranya juga kudu lebih dari kamera CIF yg udah ada di hp T610i yg dulu). Kedua: kudu ada musik player, khususnya mp3 (sebagai pendengar musik, ieu mah kudu aya atuh). Katilu: layar kudu TFT >= 262K – pikselnya bebas (knapa? Kerna kamera yg oke kudu ditopang oleh layar yg mendukung donk). Empat: koneksi (minimal ada si gigi tiga ’bluetooth’ ato usb-port), email, dan browser (kudu support wap 2.0 n gprs 10) buat komunikasi tuh hp. Lima: desain gak norak. Tuh gampang kan syaratnya? Jadi ayo buat para hp2 jomblo silakan ketik reg spasi gua ke 7669, hehe (lu kira kontak jodoh?!)

Tapi setelah dipikir2 lagie, syaratnya gua tambahin lagi: radio FM embedded. Gua seneng dengerin radio, dan ga mungkin gua nenteng2 radio n sound system gua ke mana2. Itu alasannya.

Maka, yang awalnya gua ngincer (banget!) Sony Ericsson K510i (spek: bluetooth n infrared; wap2.0 dan gprs 10; layar TFT 262K 128x160 pixel; kamera 1,3 MP; video (QCIF); support xHTML, HTML dan email; player mp3/AAC/MPEG4). Wah gua asalnya ngebet banget ama HP ini. Harga yang murah (baru: Rp. 950.000) dengan fitur yang berlimpah. Berkamera 1,3 MP, dengan fasilitas 4x zoom, night mode, dan fasilitas2 laen yg lumayan buat ukuran hp. Bagus nih hp, sayang gak ada Radio FMnya.

Sony Ericsson emang baek banget klo masalah fitur ponsel produknya. Ponsel dengan fitur canggih namun harga miring. Beda dengan saingan beratnya, vendor ponsel asal Finlandia yang juga produsen ponsel paling ngetop di Indonesia (tau sendiri lah? Clue nya banyak tuh :-) Oke lah kualitasnya emang oke n fiturnya canggih, tapi produknya dibanderol dengan harga tinggi bro! Apalagi yg sekonnya juga teteup harganya tinggi. Jual mahal tuh ponsel. Padahal dengan budget yang sama, gua bisa dapet hp merk lain dengan fitur jauh lebih melimpah, tapi kualitas yang tidak murahan. Hehe, sori buat pemilik HP dengan merk tersebut. Maklum, mahasiswa mas! Masih bokek.

Makanya gua yg berdompet cekak ini gak mau ngelirik vendor yg itu.

Tapi selain Sony Ericsson K510i, ada inceran lain: LG KG200. Nih speknya: port USB; wap2.0 dan gprs 8; layar TFT 262K 128x160 pixel; kamera 1,3 MP; video; support xHTML; player mp3, dan Radio FM. Sayang, fitur lainnya minim. Gak sebanyak fitur K510i. Nilai plusnya: ada Radio FM.

Ada juga i-mobile 611. i-mobile adalah vendor ponsel asal Thailand, yang penjualan produk ponsel GSMnya di Indonesia terintegrasi dengan chip provider GSM XL. Kok bisa sih? Karena i-mobile dan XL adalah anak perusahaan Telecom Malaysia, jadi deh disatuin. Wah, sayang euy. Gua kan udah dari dulu banget make nomor hp yang sekarang: Simpati nya Telkomsel. Masak ganti nomor?! Lagian kan justru salah satu keunggulan hp GSM adalah nomornya bisa dituker2 kan? (klo bagi gua sih..) Makanya gua ngebatalin HP ini. Lagian denger2 kualitas i-mobile gak terlalu bagus. Padahal fitur i-mobile 611 gila banget loh dgn harga super miring! Dengan harga 611 anyarnya cuma 1,4 juta, tapi liat donk speknya: bluetooth n port USB; wap2.0 dan gprs 12; layar TFT 262K; kamera 2 MP dengan autofokus, modus macro, night mode; memory internal 88 MB dan microSD; video; support HTML dan email; player mp3/3gp/MPEG4, Radio FM, 3D speaker; TV-out, dll. Gak sebanding kan dengan harganya?

Tapi berhubung gua mencari HP dengan kualitas kamera yang oke (inilah sebenernya target utama hp idaman gua: ponsel kamera untuk motret2 dan speaker yg oke), maka gua memutuskan untuk beli produk Sony Ericsson aja – dan nggak produk lain. Eits, jangan mikir gua adalah Sony Ericsson maniak dulu! Enggak! Gua pikir, Sony Ericsson (yang merupakan gabungan 2 perusahaan: Sony asal Jepang dan Ericsson asal Sweden) kan juga buatan Sony, sementara perusahaan Sony kan udah punya pengalaman puluhan tahun sebagai produsen kamera yang kawakan. Makanya gua kukuhkan hati, teguhkan niat, bulatkan tekad (kok kayak jargonnya capres apa gitu ya?) buat beli produk Sony Ericsson. Klo masalah speaker gak terlalu signifikan bedanya merk per merk (dgn budget menengah).

Tapi tunggu dulu! Gua akhirnya ga jadi beli Sony Ericsson yg K510i ato LG KG200. Kualitas kamera keduanya biasa aja, dan cenderung rendah. Apalagi K510i gak embedded Radio FMnya. Gua akhirnya menaikkan budget gua jadi sekitar 1,5 juta. Berhubung gua pengen ponsel kamera yang ’oke’ buat mengabadikan momen gua, gua ridho deh ngasih dana ekstra demi mewujudkan ambisi itu.

Oke kali ini gua tetapkan target gua lagi dgn budget 1,6 juta: Smua HP yang disebut kemudian memenuhi spek berikut: Bluetooth, port USB; wap2.0 dan gprs 10; layar TFT 262K 176x220 pixel; kamera 2 MP dengan lampu flash, macro mode, night mode, dll; video (QCIF); memory internal dan eksternal hingga 2GB; support xHTML dan email; player mp3/AAC/MPEG4), Radio FM, dll).

Pertama: K550i (spek plus: autofokus kamera dan Cyber-shot yang terkenal itu loh, 3G/UMTS, infrared, RSS feed) harga Rp. 1,8 juta (pikir gua: ”ah beda dikit dari budget, tinggal nambah 200 ribu perak”). Kedua: W800i (spek plus: autofokus kamera, MIDP 2.0) harga Rp. 1,6 juta (”harga cocok nih!”). Tiga: W700i (plus: MIDP 2.0) Rp. 1,7 juta. Tapi ternyata ada juga dari merk lain yg speknya cocok: BenQ-Siemens S88 (spek persis targetan gua, plusnya ada 3D sound, minusnya memory internal cuma 20 MB, dan NGGAK ADA Radio nya! Sayang sekali saudara2...

Jadi, akhirnya setelah proses eliminasi, kontestan yang bertahan adalah Dirly dan Gea!!! (lho lu kira lagi idol?  Sori lagi error). Nggak, tersisa adalah Sony Ericsson K550i dan W800i. Harga relatif sama persis – cuma K550i lebih murah 200 ribu, sama2 keluaran medio 2005, sama2 ada kamera 2MP dgn lampu flash dan aotufokus, mode makro, dll; sama2 ada kualitas mp3 dan speaker yang oke; dengan fitur yang hampir sama persis! Wah pilihan sulit euy.. Klo K550i ada kamera ber-Cybershot yang terkenal, tapi W800i kan pemenang perhargaan dari lembaga media fotografi dunia untuk ponsel kamera terbaik tahun 2005.

Sampai sekarang gua masih pusing nih mau beli yang mana. Sebenernya mau ngecek di situs resminya, tapi gila situsnya sony ericsson berat banget cuy! Bandwidth di jaringan ITB udah rendah nih, nak ITB kebanyakan ngunduh pilem2 via rileks nih kayaknya. Udah pernah nyoba berkali-kali di lab IF dan di sekre KMPA di sunken-court; tetep aja gak ’done-done’ aja. Di warnet ujungberung pun sama aja: LAMA! Emang butuh bandwidth tinggi buat ngakses tuh situs..

Sebenernya hal paling asik pas beli alat elektronik adalah pas kita sibuk2 n semangat2 nya untuk nyari informasi ttg produk dan perkembangan teknologi yang kita butuhkan ke sana-sini. Ngga terasa pengetahuan bertambah dengan signifikan. Dari awalnya gaptek (gagap teknologi) jadi gatek (gape teknologi).

Oh ya, ada yang punya pengalaman serupa pas mutusin beli ponsel/alat elektronik lainnya? Yang bingung, yang tajir, yang kere, yang item, yang jelek, eh idup lagi..  Ayo komen donk!

Minggu, 12 Agustus 2007

Kuliah Fotografi Buat Si Cupu

Eh anak-anak KMPA punya rahasia nih... Tapi jangan bilang siapa-siapa ya? Janji lho... Ini nih rahasianya : Kursus fotografi !!! Iya bener, ternyata anak-anak KMPA ikutan kursus fotografi loh,, Tempat kursusnya pun nggak lain dan nggak bukan yaitu di Media Art! Yeah, Media Art yang emang dari dulu udah sering ngadain kerjasama dengan KMPA, ternyata kali ini pun diberi kehormatan (ceila... ) untuk ngasih pelatihan fotografi ke anak-anak KMPA loh.

Waktu itu hari Jumat – jam 3 sore, 10 Agustus 2007 – bertempat di Jln. Sultan Agung No. 10 (sederetan dengan SMA Aloysius, kira-kira di depan distro Ouval Research), yang merupakan kediaman sekaligus kantor milik Media Art, 11 anak KMPA yang beruntung memperoleh pelatihan fotografi antara lain Si Epin, Berry, Hakul, Koko, Cus, Yanu, Ria, Gustaf (ehm!), Kanya, Wulan, dan Sani.

Di pertemuan pertama tersebut, kuliah kami berlangsung dengan santai. Pematerinya yaitu salah satu alumni FSRD ITB, Kang XXX (aduh,, lupa euy namanya – sori ya om
:-p ), yang kemampuan fotografinya nggak usah diragukan lagi. Beliau sudah sering memenangkan kompetisi fotografi dan memperoleh hadiah yang cukup besar loh (sekitar Rp. 1-5 juta pernah dia menangkan setiap kali juara) – sayang sekali awak tidak mencatat kompetisi apa aja yang pernah beliau menangkan.

Materi hari itu yaitu tentang aspek fotografi dan pengenalan tentang kamera. Eh tapi sebelumnya awak mohon maaf nih, klo ternyata hal yang awak jelasin ada yang salah salah dikit... Maklum masih cupu kakak *Rileks mode on*. Kamera itu ternyata secara makro ada dua jenis, yaitu kamera analog (yang memakai film) dan kamera digital. Nah, kamera analog terbagi dua lagi, yaitu kamera analog mekanik dan kamera analog semi mekanik. Kamera yang cocok digunakan di lapangan yaitu kamera analog mekanik, karena kamera ini sama sekali nggak memerlukan baterai listrik, tapi kita harus menyetel-nyetel fokus di lensa kameranya ketika akan dijepret. Kamera jenis ini pun anti-air loh,, Dicemplungin ke dalam air juga, dijamin masih layak dipakai. Namun kelemahannya, ya kita tidak bisa langsung melihat hasil jepretan kita (film harus dicuci dulu), nggak cocok untuk objek bergerak, resiko film terbakar, dll. Tapi overall, oke lah buat dibawa ke lapangan.

Nah, klo kamera analog semi mekanik beda lagi. Kamera jenis ini udah make baterai untuk mengatur fokus kameranya. Tapi daripada menggunakan kamera analog semi mekanik, jauh lebih baik klo kita gunakan aja kamera digital. Apabila kita compare, kamera digital – walaupun sama-sama memakai baterai – tapi lebih praktis dan instan karena hasil jepretan bisa langsung kita pelototin dan kemudian bisa langsung di-delete klo ternyata hasilnya jelek, bisa menyimpan ratusan ampe ribuan foto (tergantung dengan kapasitas memory yang dipakai), fokus lensa sudah otomatis (autofokus), dll. Eh tapi hati-hati loh klo make kamera digital, jangan seenaknya maen jepret sana-sini karena ternyata kamera digital pun punya use-age (batas pemakaian), yaitu sekitar 50 ribu jepretan. Biasanya, klo kamera itu udah dijepret sekitar 50 ribuan kali,, lensanya udah sulit fokus, sering nge-hang, MMC-nya kebakar, dll. Ih serem ya...

Selain ngomongin jenis-jenis kamera, kita juga diberikan penjelasan tentang aspek fotografis dari suatu foto. Kami dikasih liat kumpulan foto yang bermacam-macam jensinya. Ada foto jurnalistik, foto advertising, foto model, dfl (dan foto-foto lainnya). Wah sebuah foto yang biasanya tidak berarti apa-apa buat awak (sebagai orang bego di bidang fotografi), ternyata punya banyak aspek dan cerita bagi para fotografer tersebut. Bahkan diperlukan penalaran, ilmu sains, dan teknik tertentu agar kita dapat memperoleh hasil jepretan yang kita inginkan. Wah tapi sayang sekali kami tidak sempat mengabadikan jepretan-jepretan tersebut karena kami tidak membawa kamera digital saat itu (adanya cuma kamera analog – males kan klo harus cuci foto sgala).

Hari itu telah memberi ilmu dan perbedaan bagi kami – yang umumnya emang masih blank dengan yang namanya fotografi. Hari itu telah membuka wawasan kami bahwa sesungguhnya fotografi adalah ilmu dan hobi yang amat menarik untuk digeluti, dan ternyata begitu dekat dengan kehidupan modern. Kami tersadar bahwa salah satu sarana untuk lebih mencintai dan menghargai alam adalah dengan mengabadikan keindahan alam melalui fotografi, agar kita dapat berbagi pesona itu dengan orang lain yang nalurinya belum tersentuh akan keelokan alam ini – alam yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. (sori sok puitis :-p )

(Eh btw jadi pengen beli digicam nih... Ada yg pengen ngejokul?)

- Posting ini bisa dibaca juga di blog KMPA : http://kmpaganeshaitb.blospot.com -