Jumat, 28 Maret 2008

Cara Kerja Protokol Komunikasi TCP/IP di internet

Pada hari Sabtu (22 Maret) yang lalu, saya menonton sebuah film animasi tentang cara kerja protokol TCP/IP. Film itu menganalogikan berbagai aspek dalam transmisi data pada protokol TCP/IP. Misalnya, paket-paket data dianalogikan dengan truk-truk yang dilabeli oleh alamat IP tujuan, router dan switch yang berfungsi untuk mengalihkan dan memilihkan jalur komunikasi tiap paket data dianalogikan dengan robot yang melempar truk-truk data ke jalur yang tepat, firewall dianalogikan sebagai penjaga pintu yang akan menentukan manakah paket data yang berhak masuk/keluar dalam jaringan, dsb.

Di posting ini, saya ingin menceritakan ulang proses transmisi data menggunakan protokol TCP/IP pada film tersebut. Misal kita mengandaikan bahwa proses data yang akan berlangsung adalah proses data yang direkues klien dari server. Pertama-tama, komputer klien akan mengirimkan data dalam bentuk biner yang isinya meminta rekues data yang diinginkan dari server. Apabila menggunakan protokol IPv4, maka data biner yang ditransmisikan akan berupa data berbentuk 32-bit. Sedangkan apabila menggunakan protokol IPv6, maka data biner tersebut akan sepanjang 128-bit.

Seluruh data biner yang direkues klien ke server tersebut tidak langsung seluruhnya dikirim dalam bentuk satu kesatuan, tapi dipecah-pecah dan dikirim dalam bentuk paket-paket data. Paket-paket data tersebut akan dilabeli dengan alamat IP server tujuan. Seandainya komputer klien tersebut memiliki Firewall, maka Firewall akan “merazia” paket-paket data tersebut. Firewall hanya akan melewatkan paket-paket data yang sesuai dengan “ketentuan” dan setting yang dimiliki oleh Firewall tersebut.

Selanjutnya, paket-paket data ini akan diteruskan ke dalam jaringan LAN (Local Area Network) melalui switch. Switch merupakan alat telekomunikasi yang membuat interkoneksi antar LAN. Paket data yang menuju Switch rawan mengalami data collision (kerusakan paket data), terutama ketika data traffic dalam LAN sedang tinggi. Hal tersebut dikarenakan paket data yang ditransmisikan melalui Switch hanya berlangsung dalam satu arah. Paket data yang selamat dari collison akan diteruskan oleh Switch ke jaringan yang lebih luas lagi daripada skala LAN yang ditangani oleh Switch tersebut.

Setelah paket data melalui switch, maka paket data akan melanjutkan perjalanannya ke jaringan LAN/WAN setempat. Paket data ini selanjutnya harus melalui proxy server yang hanya akan melewatkan sejumlah paket data yang telah terautentifikasi. Paket data yang tidak terautentifikasi akan dihancurkan oleh proxy server tersebut.

Apabila sejumlah paket data tersebut telah terautentifikasi dan berhasil lolos dari proxy server, maka paket data harus melalui router. Router inilah yang menjadi gerbang terakhir pada WAN (di mana komputer klien terdaftar) sebelum masuk ke dalam jaringan internet yang terhubung ke seluruh dunia. Router merupakan sebuah alat yang cerdas di mana router akan selalu mengusahakan jalur tercepat dan terbaik untuk suatu paket data sampai ke alamat IP tujuan.

Ketika suatu paket data telah masuk ke dalam jaringan internet, maka paket data akan menelusuri jaringan internet dengan berbagai media, seperti kabel bawah laut, satelit, dan berbagai media telekomunikasi yang lain. Paket data ini akan terus menelusuri jaringan internet dengan jalur terbaik yang telah dipilihkan oleh router sampai paket data ini mencapai WAN/LAN di mana komputer server terletak.

Sebelum paket data ini dapat memasuki WAN/LAN server tujuan, paket data ini harus melalui Firewall terlebih dahulu. Firewall ini akan menentukan apakah paket data tersebut boleh atau tidak boleh memasuki WAN/LAN server tersebut.

Paket data yang lulus Firewall akan kembali diarahkan oleh bridge, switch, maupun gateway pada jaringan lokal menuju alamat IP server yang dituju. Setelah mencapai alamat IP server tujuan, maka paket data akan di-unpacking sehingga data biner yang direkues oleh klien akan diterjemahkan oleh komputer server. Server kemudian akan mengirimkan data biner yang direkues oleh klien, kemudian kembali membagi (split) keseluruhan data tersebut menjadi paket-paket data. Kemudian paket-paket data ini akan kembali dikirim ke komputer klien dengan metoda TCP/IP.

Kira-kira begitulah proses transmisi data menggunakan protokol TCP/IP. Pada kenyataanya, banyak sekali paket data yang hancur selama proses transmisi tersebut. Namun, kecepatan pengiriman paket data tersebut melalui media fisik secara relatif dapat mendekati kecepatan cahaya (300.000 m/s). Sehingga paket data yang rusak dapat direkues kembali oleh protokol TCP/IP tanpa kita sadari.

- Posting ini dibuat dengan tujuan (salah satunya) untuk memenuhi tugas kaderisasi ARC –

*Sori klo rada sotoy... :P *


Oleh :

Gustaf Ardana (13206187)

Teknik Telekomunikasi – Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Jumat, 21 Maret 2008

Cara Nginstall FreeBSD menggunakan VMware

Saya baru saja melakukan instalasi FreeBSD dan Linux Ubuntu versi 7.04 dengan menggunakan VMware workstation. Apa itu VMware? VMware adalah sebuah software untuk membuat sebuah mesin virtual (virtual machine) yang dapat mengoperasikan suatu operating-system yang dijalankan dalam operating-system lainnya, misalnya FreeBSD yang dioperasikan dalam Microsoft Windows XP. Ibarat fungsi rekursif dalam logika pemrograman.

Jadi dalam kasus yang saya lakukan, saya melakukan instalasi FreeBSD (dan Linux Ubuntu) di dalam sistem operasi Microsoft XP Professional. Karena pada umumnya melakukan proses instalasi suatu sistem operasi menggunakan VMware adalah hampir sama, maka dalam posting ini, saya hanya akan coba sharing dengan rekan2 tentang proses instalasi FreeBSD yang baru saja saya lakukan.

Installer dan Live-CD FreeBSd (maupun Ubuntu) dapat didownload dari internet dan banyak beredar di mana-mana. Selain itu, program VMware pun dapat didownload dari berbagai macem situs internet. Tanya aja dengan Mbah Google. Oh ya, untuk installer FreeBSD dapat kita gunakan file berformat iso ataupun langsung menggunakan CD. Bagi rekan2 yang punya akses dengan jaringan ITB, menurut teman saya installernya yang berbentuk ISO (berikut VMware) dapat didownload di ftp://user.arc.itb.ac.id (saya sendiri belum pernah mendownload dari sini).

Dalam instalasi kali ini, saya menggunakan installer FreeBSD berupa CD. Setelah meng-install VMware dalam Windows XP yang saya gunakan, silakan open aja tuh VMware. Selanjutnya akan muncul windows seperti ini...


Selanjutnya kita akan melakukan setting terhadap virtual machine yang akan kita buat sebagai induk semang dari FreeBSD yang akan kita install. Setelah muncul windows tersebut, klik opsi “New Virtual Machine”. Saya tidak akan menampilkan gambar untuk setting virtual machine ini karena akan terlalu banyak. Setelah meng-klik opsi “New Virtual Machine”, akan muncul windows “New Virtual Machine Wizard”, klik saja Next. Selanjutnya pilih mode “Typical” pada windows Virtual Machine Configuration. Lalu pilih operating-system “other” pada opsi guest operating-system kemudian set version pada “FreeBSD”, lalu klik Next. Lalu pilihlah lokasi direktori mana kita akan menyimpan file-file FreeBSD kita. Direktori ini selanjutnya akan berisi file-file virtual machine FreeBSD yang akan memakan space yang besar (tergantung pilihan kapasitas yang akan kita sediakan untuk FreeBSD yang akan kita install). Makanya pilih direktori yang masih memiliki freespace yang cukup besar pada partisi windows di harddisk kita.

Selanjutnya VMware akan bertanya tentang Network Connection yang akan kita gunakan, pilih saja mode “Use Network Address Translation”. Dengan menggunakan mode ini, mesin virtual FreeBSD kita akan berlaku seperti sistem operasi mandiri dan memiliki alamat IPnya sendiri, serta dengan mengonfigurasi router/modem, FreeBSD itu dapat menjadi sebuah server (meskipun berupa mesin virtual, artinya bekerja secara virtual dalam sistem operasi Windows XP). Kemudian akan ditanyakan alokasi diskspace yang akan kita sediakan untuk FreeBSD. Saya memilih alokasi 8 Gigabyte. Jangan centang opsi “Allocate All Diskspace Now” jika teman2 tidak ingin menjadikan FreeBSD sebagai sistem operasi utama. Setelah menentukan alokasi diskspace, klik saja Finish.

Setelah itu, pastikan CD berisi installer FreeBSD telah berada dalam CD-ROM. Lalu silakan klik “start this virtual machine”. Atau jika mau, boleh konfigurasi default hardware yang akan dialokasikan untuk mengoperasikan FreeBSD dengan klik “edit virtual machine setting”. Silakan pilih konfigurasi memory, harddisk, CD-ROM dll. Saya memilih 512 MB alokasi memory untuk digunakan FreeBSD nanti (berhubung laptop saya terpasang 2GB memory). Centang juga “connect exclusively to this virtual machine” pada setting CD-ROM connection. Setelah cocok, baru klik “start this virtual machine”. Akan muncul windows Selamat Datang :


FreeBSD akan secara otomatis meload CD dari CD-ROM. Lalu akan ditanyakan country selection untuk menentukan tipe keyboard yang kita gunakan seperti berikut :


Pilih saja tipe keyboard standar yaitu United States. Lalu akan muncul windows berikut :

Pilih saja usage standard (begin a standar installation – recommended). Berikutnya klik saja OK, lalu akan muncul windows untuk melakukan slice (partisi) pada FreeBSD. Saya membuat empat partisi (untuk memudahkan operasi FreeBSD nantinya), yaitu untuk root atau /, /usr , /home (semacam direktori my document pada windows), dan swap. Hasilnya seperti ini :

Lalu akan muncul windows Boot Manager seperti berikut. Pilih saja “install boot manager”, lalu OK. Lalu akan muncul windows yang memberikan instruksi untuk menginstall partisi pada slice yang telah kita buat tadi. Ketik saja “A” untuk Auto Default kemudian Q (finish). Hasil dari slice partisi FreeBSD tadi seperti berikut :

Selanjutnya akan muncul berbagai windows. Untuk pilihan “install FreeBSD port collection” pilih Yes. Nah, ini baru penting : Pada windows choose installation media pilih opsi 1 yaitu “install from a FreeBSD CD/DVD” (untuk meng-install dari CD-ROM drive) seperti berikut :

Kemudian akan muncul windows konfirmasi yang menanyakan bahwa kita bersedia menerima risiko kehilangan data-data dari operating-system yang telah eksis. Tapi tenang aja, dengan menggunakan VMware, kita terbebas dari risiko kehilangan data-data penting pada sistem operasi Microsoft Windows XP (yang saya gunakan – misalnya) karena dengan VMware kita seolah-olah tidak pernah menginstall sistem operasi apapun sebelumnya. Pilih YES. Selanjutnya tinggal buat kopi, dan tunggu sampai proses instalasi FreeBSD selesai.

– Posting ini dibuat untuk tujuan (salah satunya) memenuhi tugas kaderisasi ARC –

Dibuat oleh :

Gustaf Ardana (13206187)

Teknik Telekomunikasi ITB - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Jumat, 07 Maret 2008

Sesirih Kapur ttg FreeBSD

* posting pertama gua di blog ini tentang bidang IT, spesial bwt kru2 ARC... :P *

Apa itu FreeBSD...?

FreeBSD merupakan sebuah operating sistem bertipe open source yang menyerupai UNIX. Kenapa disebut menyerupai UNIX? Karena pada dasarnya, FreeBSD bukan sebuah klon dari UNIX, dia adalah sebuah turunan dari AT&T UNIX (yang sistem kerjanya mengadopsi UNIX).

FreeBSD ini merupakan sebuah sistem operasi yang sangat handal karena memiliki masa uptime yang panjang, tidak kalah dengan sistem operasi berbasis UNIX. Artinya, FreeBSD sanggup untuk menjalankan peran sebagai os sebuah server tanpa perlu mengalami hang, crash, dan update kernel dalam waktu yang sangat lama (bisa sampai bertahun-tahun, katanya...).

FreeBSD sendiri mulai berkembang dengan sangat pesat sejak awal tahun 1990an yang dipicu oleh patchkit (sebuah program atau sistem operasi, biasanya bertipe opensource, yang dikembangkan oleh banyak orang) yang dikembangkan oleh para pengguna sistem operasi 386BSD. Nah, patchkit dari para user os. 386BSD ini lalu dikembangkan lebih lanjut dengan mengadopsi sistem operasi hasil pengembangan dari Universitas Kalifornia – Berkeley yaitu 4.3BSD-Lite dengan menggunakan banyak komponen 386BSD dan kode dari Free Software Foundation.

Peluncuran versi resmi pertama FreeBSD dikoordinir oleh Jordan Hubbard cs pada akhir tahun 1993. Nama ”FreeBSD” sendiri dicetuskan oleh David Greenman. Perkembangan versi awal FreeBSD ini sangat pesat karena sebuah perusahaan distribusi CD (compact disk, tau lah ya... :-) bernama Walnut Creek CDROM sepakat bekerja sama untuk mendistribusikan FreeBSD dalam bentuk CD dan online dengan koneksi internet yang cepat. Hasilnya, pada tahun 1996 FreeBSD digunakan secara luas, bahkan oleh banyak ISP (internet service protocol) komersial. Saat ini, perkembangan FreeBSD telah mencapai versi stabil 7.0 yang baru dirilis kmaren-kmaren, tanggal 27 Februari 2008.

FreeBSD punya logo yang cukup unik, sebuah setan merah yang dinamakan Beastie. Banyak yang nganggap si Beastie itu lucu dan pas digunakan sebagai logo FreeBSD, tapi ada juga yang gak setuju klo Beastie jadi logo resmi FreeBSD, alasannya karena dianggap tidak menjual. Tapi klo kata gua sih Beastie tuh keren juga loh... Gak percaya? Liat aja nih fotonya :


Lucu yak...?

*hehe, tulisannya dkecilin aja ahh... :P *

posting tentang FreeBSD ini gua cari inspirasinya dari : http://en.wikipedia.org

by gustaph ardana – cakru ARC tahun 2007 & 2008 ^_^


Selasa, 26 Februari 2008

Treasure Hunt : Khusus buat yang pengen jadi detektif

Hari sabtu, 23 Februari kmaren telah dirayakan dies natalis KMPA yang ke-17. Nah, di salah satu rangkaian acara ada yang namanya Treasure Hunt. Tiap tahun (setau gua) selalu diadakan games ini, entahlah sejak taun kapan. Treasure Hunt tahun ini menantang kita untuk mecahin 10 teka-teki (dan sebuah teka-teki bonus) yang disebar di 11 titik pos di area kampus.

Nah, tiap teka-teki yang berhasil kita pecahkan bakal ngasih petunjuk yang bakal nuntun kita ke pos lain. Di pos berikutnya, ada lagi teka-teki yang kudu dipecahkan, dst. sampai dapet 10 pos plus 1 pos bonus (tapi pos bonus ini baru bisa dipecahkan kalau 10 teka-teki wajib udah dipecahkan).

Gua sendiri (harusnya) tergabung di tim ”What de heck” bareng Alam si ustad Haha, Ari, Ramzi, ama Dhika (3 terakhir anak GL baru). Tapi berhubung gua direkrut oleh tim ”The Ongol-Ongol” yang ibarat anak monyet kehilangan induknya (si ble’e Baim tiba-tiba gak jadi ikutan Treasure Hunt, padahal dia sponsor n yang ngasih nama tim ini), ya gua gabung deh Zaki Kribo, Heri, ama Dani. Gua sebenernya males ikut, badan gua masih pegel2 n lumayan ngantuk karena malam kemarennya baru maen futsal n begadang di kosan si Bambang. Tapi lanjut aja lah!

Kira-kira jam 1 siang gamesnya dimulai di depan SEL (sekre KMPA) di sunken court. Batas waktunya ampe jam 5 sore. Ada 5 tim yang bersaing :
”Tah Pa Pa” : Jupri, Arfan, Koko, Yudhi
”Macan Kampus” : Yanu, Sani, Bambang, Cus
”What de heck” : udah disebut
”Tim Ibu2” : Kanya, dan ibu2 PKK (Yosay, Yostal, Dina, MaUL)
”The Ongol-ongol” *nama timnya parah...!* : pokoknya anggotanya keren2 lah! :-p

Sekitar jam 13.20
Nah, teka-teki pertama yang tim gua dapet begini bunyinya :
– Rp, belum bisa mandi sendiri –

Wah, teka-teki ini gampang banget. Baru baca sekali udah tau gua jawabannya (setidak2nya itu anggapan gua waktu itu). Yups, jawabannya di atm Bank Mandiri yang deket gerbang depan. Tim gua langsung bergerak ke arah CC bareng dengan tim Macan dan tim ibu2 PKK. Di kolam Indonesia Tenggelam, tim Macan ama tim ibu2 PKK arahnya pencar dengan arah tim gua. Wah, langsung gua suruh Heri ama Dani buat jadi spy ngebuntutin tuh saingan. Trus gua ama Zaki Kribo langsung lanjut jalan ke atm Mandiri.

Di depan atm Mandiri, kita ngantri dulu mau masuk atm. Pas masuk atm, kita acak2 tuh seisi atm, gak peduli ada orang di luar lagi ngantri yang bengong merhatiin tingkah laku kita. Waduh, padahal udah ngacak tempat sampah segala tapi gak ada petunjuk2 yang kita cari. Bingung kan, akhirnya kita keluar lagi. Pas lagi mikir2, eh dateng Dani trus tiba2 ada saingan muncul : tim Tah Pa Pa ikut ngantri mau masuk atm. Waduh, kita pikir ini pasti bener di sini tempatnya. Akhirnya kita ngantri lagi. Pas giliran kita, tetep gak ada kertas2 petunjuknya. Waduh, bingung nih. Mikir2 lagi, trus inget klo tadi kita lihat si Jupri keluar dari atm BCA (sebelahnya Mandiri) trus timnya langsung tiba2 ngilang. Heri yang juga keingetan hal itu, tiba2 muncul sambil ngasih liat kertas petunjuk teka-teki berikutnya. Ternyata emang ditaro di atm BCA. Damn!

13.45 :
Di kertas teka-teki kedua, petunjuknya berupa 2 buah gambar, gini deskripsinya :
- Gambar kiri :
Gambar cewek lagi ngupil trus dibawahnya ada tulisan ”big of you”
- Kanan :
Gambar bintang merah dengan latar belakang item (mirip banget dengan logo KMSR)

Wah, gua langsung inget dengan patung wajah orang segede gaban yang ada di deket parkir SR, di deket studio kriya patung di SR. Langsung kita ke sana, trus merogoh2 lubang hidung di patung itu... Wah dapet kertas2 teka-teki berikutnya! Di sini heri udah gabung lagi dengan kita.

Ini bunyinya:
Dari lingkaran ran, ran, ran...
Ke arah utara ra, ra, ra...
Di sebelah timur mur, mur, mur...
Ada pohon tidur dur, dur, dur...

Sebenernya pas baca, kita bingung apa maksud teka-teki ble’e ini. Dari lingkaran? Lingkaran mana nih : Kolam Indonesia Tenggelamkah? Atau taman di depan Oktagon? Untung aja Zaki Kribo nyeletuk tentang ”pohon tidur” yang ada di gedung Mekanika Tanah. Oh iya lah! Tentu aja di sana tempat satu-satunya ”pohon tidur” di kampus itb.

13.55
Kita langsung lari ke gedung MekTan. Di sana lagi ada anak UKSU lagi latihan. Cuek, trus kita celingak-celinguk cari2 petunjuk di batang kayu yang posisinya rebah itu. Dapet petunjuk berikutnya! Isinya :

- Kiri :
Gambar suplemen vit-C IPI, dengan tulisan B-12 / 37 yang mencolok
- Kanan (tulisan)
Tempat Eden Napitupulu memancarkan pelepas dahaganya

Wah kita langsung sadar klo ini maksudnya watertap dengan nama yang tertera ”Eden Napitupulu”. Tapi gila aja klo harus merhatiin puluhan watertap di seisi kampus buat nyari watertap seperti itu. Trus kita juga mikir tentang maksud B-12 / 37. Sebenernya ada juga watertap yang tertulis angka 38 dan 36 di sekitar gedung Mektan, Minyak, dan Kimia. Tapi gak ada yang nomor 37 dan bernama ”Eden Napitupulu”. Waduh kita udah liat2 watertap di sekitaran sana, tetep gak ada si Edan, eh Eden! Trus ada yang nyeletuk, kayaknya B-12 itu nama sektor di kampus deh! Wah mungkin juga... Gua sendiri langsung lari ke gerbang belakang tempat papan denah kampus ITB berada. Yang lainnya tetap nyari2 watertap di sekitaran situ (sapa tau dapet). Di sana, gua liat denah kampus, trus terbaca tulisan SEKTOR B : gua baca lagi sampe dapet no. 12 di bawah kolom SEKTOR B. Dan ternyata ada! Tulisannya : Gedung Kuliah Lama, Kantin.

Oh ternyata B-12 memang nunjukkan nama sektor di kampus, yang artinya ”pergi ke Gedung Kuliah Lama (GKU Barat)”. Trus gua langsung lari, ketemu Zakibo. Kita berdua langsung ke GKU Lama, tapi arahnya pencar.

14.25
Di sana gua nyampe duluan daripada Zakibo. Ada anak2 (entah grup apa) lagi pada ngumpul deket watertap. Trus ga baca tulisan di watertap : bener! Di watertap tertulis ”Eden Napitupulu, EL ’70 ”. Tapi gua obrak-abrik watertapnya, ampe batu2 yang tergeletak di bawahnya gua singkapkan... Eh tetep aja gak ada kertas petunjuk selanjutnya. Yang ada gua dilihatin orang2 yang lagi ngumpul.

Trus gua inget ada teka-teki lain yang belum terpecahkan : arti angka 37! Wah tentu aja! Itu pasti nomor ruangan di GKU Lama : 9137! Langsung gua ama Zakibo yang udah tiba lari ke atas (lantai 3... *anjrit, dikerjain Geblek kita!* ). Di depan pintunya tertempel plastik berisi kertas petunjuk berikutnya!

Gini bunyinya :
- Kiri (gambar) :
Gambar kepulauan Indonesia
- Kanan (tulisan) :
Dari Indonesia,
Melihat Mala
bergelantungan di belantara

Setelah diskusi bentar di gedung Mesin, kita langsung berangkat ke kolam Indonesia Tenggelam.

14.35
Di sana kita bingung maksudnya kata ”Mala” itu apa : Apakah gedung farmasi (Mala itu anak KMPA, Farmasi ’03) atau Malaysia. Klo gedung farmasi ya deket Indonesia Tenggelam. Tapi klo maksudnya Malaysia (barat laut Indonesia) berarti Gedung Teknik Fisika (barat laut kolam Indonesia Tenggelam). Tapi kita yakinnya di gedung Farmasi. Ya udah deh kita obrak-abrik seisi farmasi! Nihil! Tengsin juga bolak-balik mulu kek orang o'on, abis ada anak Farmasi 2006 lagi latihan nge-ospek. Ada (mantan) kecengan gua lagi, namanya Selvy Rosa.

Saat bersamaan muncul tim Tah Pa Pa. Kita masih diskusi mikirin teka-teki si Mala itu, gua tiba2 inget ada pohon beringin yang sulurnya bergelantungan di sebelah utara gedung farmasi (pinggir jalan). Trus kita obrak2 juga tuh pohon, tetep nihil! Sial... Bingung, bingung...

Kita udah 45 menit stuck di poin Mala ble’e ini. Akhirnya kita mutusin buat nelpon Geblek. Nah, pas ditelpon, Geblek keceplosan ngomong, katanya : "Lha ngapain bingung? Udah jelas-jelas kok di kertasnya kan tertulis Dari Indonesia, melihat Mala bergelantungan di semak." Haha, akhirnya tau juga kita klo maksudnya belantara itu ya "semak2".

Jadi gua suruh anak2 buat nyari di semak2 sekitar gedung farmasi. Tiba2 pas gua lagi ngacak2 lagi gedung farmasi dan semak2 di sekitarnya, Heri muncul ngasih tau klo poinnya udah ketemu. Ternyata ditaro di semak2 tepat di sebelah timur kolam Indonesia Tenggelam. Brengsek! Mana ada itu farmasi *setelah konfirm ke Geblek, ternyata emang maksudnya ”Mala” itu ya ”farmasi” *, poin itu adanya diantara gedung Farmasi dengan Elektro kok! Tapi what ever lah... Yang penting poinnya dapet.

Poin berikutnya ini dari poin Mala:
- Kiri (gambar) :
Monyet warna kuning lagi menunjukan rokok Dji Sam Soe
- Kanan (tulisan) :
Dari double helix, mengejar
Kingkong albino yang membeli
Rokok dji sam soe di warung

15.25 :
Baris pertama jelas : di gedung Biologi. Ada yang namanya tangga Double Helix. Tapi sampe sana, kita bingung apa maksudnya ”kingkong albino”. Apa mungkin nama species tumbuhan? Udah kita liatin semua tumbuh2an di kebonnya anak biologi, gak ada tuh yang nama latinnya mirip kingkong gitu... Cari di warung Kebab juga gak ada poin2 petunjuk blukutuk itu.

Wah gila stuck lah pokoknya. Tapi klo dji sam soe kita yakin kayaknya sih urutan angka ”234”. Akhirnya karena udah keliling gedung Biologi tetap gak dapet petunjuk. Kita makan baso tahu dulu di bawah tangga double helix. Kebetulan ada anak Tekim lagi ospek jurusan. Sekalian ngeceng2, ada kecengan gua dari sma sih :-p ! Namanya Sri Baardianti (panggilannya Dianti), anak Tekim 2006. Ada yang kenal? Hehehe

Abis makan, kita keliling lagi. Udah desperate juga nih,, apalagi udah jam setengah lima. Tiba2 Zakibo yg baru keliling2 gedung tekim+boi nyeletuk klo ada ruangan nomornya x234 di lantai dua gedung Teknik Kimia. Langsung kita cek, ternyata bener ada ruangan tertulis x234. Tapi pintu masuknya terkunci,, Wah bingung lagi, apa maksudnya ”dji sam soe” dan ”kingkong albino” sialan itu. Tiba2 Zakibo teriak, ternyata dia nemu kertas petunjuk berikutnya. Diselip-selipin di antara papan pengumuman dari kaca. Dia kira ganjalan pintu, ternyata kertas petunjuk yang kita cari2 dari tadi. *ternyata maksudnya "kingkong albino" itu adalah Adi Acin, anak KMPA dan Tekim '04. Dia emang panggilannya si Kingkong, trus kerna kulitnya putih cina, jadinya di petunjuk itu disebut Kingkong Albino. Maksudnya sama seperti poin Mala sebelumnya menunjukkan jurusan si orang yang disebut itu. Jadi, artinya "Kingkong Albino" adalah "pergi ke gedung teknik kimia" *. Damn! Bisa aja nih si Geblek

Di ruangan x234 itu, isi petunjuk berikutnya ini nih:

– ITB terguling, terselip dalam gedung berlantai delapan. –

Bodohnya, kita langsung ngira klo maksud ”gedung berlantai delapan” itu gedung PAU (satu-satunya gedung berlantai delapan di ITB). Wah, gampang banget nih teka-teki yang ini. Sebenernya gua curiga juga, tapi lanjut lah kita ke PAU.

16.23
Di gedung PAU, udah ada tim ibu2 PKK, tim Tah Pa Pa, ama tim Macan Kampus. Gua liat dari jauh ada Jupri ama Yudhi lagi jalan berdua dikuntit ama Yanu. Ah kita cuek ama mereka, walaupun si MaUL bilang : ”Cari aja seisi PAU, gak akan dapet kok”. Bodohnya, kita gak peduli. Malah ngotot nyari2 di semua lantai di PAU!

Alhasil, kaki pegel2 semua tapi tetep gak dapet poin ini. Wah stuck nih, seisi PAU udah dicari gak ada logo, lambang ITB atau gambar gajah duduk yang terguling dan terselip yang ada kertas petunjuknya. Akhirnya kita yakin klo poin itu ngga ada di dalam gedung. Walaupun di petunjuk jelas2 tertulis ”dalam gedung berlantai delapan”.

Akhirnya kita nyari2 dari luar gedung PAU, tetep nihil!

Kita mikir juga, mungkin ada jeda antara kata ”berlantai” dan ”delapan”. Oh ya mungkin maksudnya ”Gedung Oktagon”. Kan berlantai (dua) tuh, trus bentuknya juga oktagon (delapan). Akhirnya berhubung gedung oktagon dikunci, kita cari2 di sekitaran gedung Oktagon. Anjrit, tetep kosong!

Kita diskusi lagi, mungkin maksudnya ”Gedung Labtek Delapan” barangkali! Kita langsung berangkat ke Labtek 8 (gedung elektro). Bagi2 tugas buat nyari2 di tiap lantai di gedung itu. Nol besar juga! Akhirnya karena gak dapet juga, dan jam udah nunjukkin jam 17.28, akhirnya kita berhenti dan balik ke sel. Kita ngga nyerah lho, karena klo waktunya masih ada mah kita pasti lanjut trus...

Di sel, ternyata mantan tim gua, Alam si ustad Haha dkk. telah berhasil dapetin poin bonus, artinya (seharusnya) udah dapetin 10 poin wajib. Mantabh lah... Oh ya, setelah ngobrol2 di sel, maksudnya petunjuk : "ITB terguling, terselip dalam gedung berlantai delapan" adalah maket di gedung planologi. Di maket itu ada miniatur gedung PAU yang terguling. Di sanalah kertas petunjuk berikutnya ditaro oleh Geblek cs... Tapi petunjuk ini memang berhasil ngebuat stuck SEMUA tim pencari harta. Tim2 lain berhasil poin ini karena mereka memanfaatkan fasilitas "Dateng ke sel buat nanya Geblek tentang clue petunjuk ini". Geblek langsung deh ngasih tau cluenya : "maket plano". Ya iya lah tim lain pada sadar, jadi bukan kerna tim gua yang o'on... :-p . Baru sadar kita klo ada fasilitas kek gitu.

Tim Macan Kampus ama ibu2 PKK dapet 9 poin. Sementara tim Tah Pa Pa dapet 10 poin wajib. Jadi pemenangnya ternyata tim What de Heck!!! *Walaupun ternyata pas acara ngobrol2 pas tengah malem, ketahuan klo mereka bukan pemenang sebenarnya. Mereka ternyata baru dapetin 9 poin wajib, eh malah langsung ambil poin bonus... Padahal kan harusnya dapetin 10 poin wajib dulu...* Tapi predikat juara mereka gak jadi dicabut, kerna pizzanya udah keburu abis dimakan mereka... Hahaha, pinter juga... ^_^

Ya begitulah Treasure Hunt kali ini. Walaupun tim gua yang paling dikit dapet poin (total 7 point) tapi gak papa lah... Yang penting gua ikut makan sepotong pizzanya... Slurpppp... !!!

MET ULTAH BUAT KMPA "Ganesha" ITB!!! Berjayalah selalu KMPA!

visit KMPA "Ganesha" ITB website :
kmpa blog

Kamis, 21 Februari 2008

Wisata Kuliner # 1 : Gampoeng Aceh ala barudak GH

Senen, 18 Februari ’08 : Ditraktir is always ngeunah euy!

SEL KMPA, jam 11an malem : Setelah rapat evaluasi Gladi Mula XVII dan rapat internal GH (Gunung Hutan) selesai jam setengah 12 malem, si Irfan ”Jarwo” langsung ditodong anak2 GH buat ntraktir, berhubung hari itu adalah hari ultah si Irfan yang ke.. uhm… berapa ya? 31 kali ya… :-p . Padahal pas hari Sabtu sebelumnya, Irfan ama Om Roncil yang ultahnya berdekatan udah patungan beli 2 ekor kambing guling yang dibakar oleh sekitar 22 anak KMPA di Sukawana untuk ngerayain ultah mereka berdua. Dasar tuh anak2 GH emang pada gak tau malu smua… *waduh, gua ngatain diri sendiri nih :-p *

Irfan pun akhirnya luluh hatinya *beuh…* . Akhirnya doi ngajakin anak2 GH yang terdiri atas si kucing garong Yanu, Maman ndeso, Alam si ustad ble’e, ama gua buat makan2 di Gampoeng Aceh yang di Dago Pakar. Tempatnya asik banget, lampu-lampu kota Bandung yang terlihat jauh di bawah jadi pemandangan yang menarik. Cocok banget buat apel dengan pacar *buat yang punya*. Pas sampe di sana sekitar jam 12an, gak ada pengunjung lain selain kita.

Kita pun mesen berbagai makanan+minuman : Yanu mesen Nasi Gurih Kari Kambing *dagingnya dikit banget. Ini mah sama aja makan nasi ama kuah doang...* ama Kopi Telor Kocok, Alam mesen Nasi Bebek Panggang *dagingnya alot kata si Alam* ama Kopi Jahe Panas. Irfan mesen Nasgor spesial ama Teh Telor Kocok, Mantolet pesen Mi Aceh Spesial ama Lemon Squash, gua pesen Mie Kepiting ama Kopi Aceh *Hueks, rasanya aneh…*. Trus ada juga Ketan Duren *seger lho, ketannya nyatu dengan durennya, hmm* ama Roti Cane Kopi Susu yang diputer keliling dan dimakan bareng *serasa di alam aja makannya*. Wah mantabh lah rasanya, apalagi mie kepiting ama Ketan Durennya. Mungkin karena ditraktir kali ye… Sayangnya mie kepiting pesenan gua ama mie aceh spesial pesenan Maman lama datengnya, kudu nunggu dulu 20 menitan.

Hahaha, sori ye buat anak2 KMPA yang gak ditraktir… Makanya lain kali sigap donk, hehe! Oh ya, met panjang umur buat anak2 KMPA yg ultah bulan Februari : Irfan, Roncil, Sani, Gian, dll. Ditunggu traktirannya juga buat Gian. Jangan kabur luw ya!!! ^_^

Nih dia snapshotx selama makan2 di sono :

Nih dia Irfan ”Jarwo” yang ultah ke-31 *hehe, ampun Fan... Ini mah kata si Alam :-p *


Daftar menu di Gampoeng Aceh yang pas di kantong *ya asal gak tiap hari aja makan begituan... bisa tekor tuh bokap luw*


Suasana dan lampu-lampu di Gampoeng Aceh yang menambah romantisme malam itu *huekss...!*


Lampu-lampu kota Bandung berkelap-kelip dari kejauhan


Bebek Panggang alot pesenan Alam dan Nasi Kari Kambing yang dagingnya minim pesenan Yanu


Mie Kepiting pesenan gua akhirnya tiba juga *ini pesenan malem itu yang paling mahal brur! Rp. 25rebu* . Lumayan maknyos *bondan kuliner mode on*


Makan kepiting ternyata ribet... Cangkangnya yang keras ama dagingnya yang nyempil2 bikin sibuk sendiri


Bon hasil invasi kita malem itu : total Rp. 138 rebu.Semua ditraktir si Jarwo loh... *Tengkyu Fan, sering2 aja ulang tahun ya...*


Pose dulu ah sebelum balik... Kiri ke kanan nih : Yanu, Alam, Irfan, Maman, ama gua


Jam 1.30 am : Sisa-sisa peninggalan perang

Catatan si gustaph :

Berhubung anak2 KMPA sering ngadain acara wisata kuliner ke tempat2 makan di bandung, jadi gua berminat untuk posting tentang kuliner2 di bandung. Postingan yang ini jadi posting kuliner pertama di blog ini. Tengkyu

Note ttg posting ini :
I wrote : "Harusnya ada 10 foto di posting ini. Tapi berhubung upload fotonya gagal mulu *maklum, proxy server di itb banyak yang rese*, jadinya ya posting ini cuma ada teks doang deh utk sementara. Nanti gua aplot fotonya di warnet aja."

I write now : Ternyata upload via blogger emang ribet. Gua berhasil upload file dengan filemanager di google. Cukup mudah... *tengkyu for maman ndeso atas pembritahuannya*

Kamis, 17 Januari 2008

Happy New Year,, Enjoy My New Website !!!

Woiii,, tahun baru nih, website baru donk!!! Yup, gw punya website pribadi baru, dipersenjatai dengan php *tapi belum make MySQL euy,, hiks  , abisnya ftp (file transfer protocol)nya domain students.itb.ac.id nggak ngedukung MySQL sih*. Webnya kan numpang di domain studentsnya itb. Alamatnya sendiri di htpp://students.itb.ac.id/~g-ardana . Websitenya baru dilaunching *ceila* tanggal 28 Desember 2007 (beberapa jam sebelum gua berangkat survey jalur transport *baca posting gua tentang survey* ). Masih under-construction sih. Jadi maaph-maaph nih klo belum begitu menarik. Sebenernya tuh website dibuat untuk tugas kader divkom hme sih,, tapi ternyata asik juga, jadinya keterusan deh.

OKe kunjungin yah website gua itu,, isinya macem2 kok *emang iya gitu?* . Kamu bisa donlod macem2 file (game, file2 pdf, antivirus, dll.) , bisa ngisi guest-booknya, bisa liat2 foto gua *huekks :-p * , bisa ikutan polling, baca2 artikel2 gua (semacem blog juga sih), dll. Udah lah daripada banyak cingcau nih klik website personal gua di htpp://students.itb.ac.id/~g-ardana. ENJOY!!!

Jumat, 26 Oktober 2007

Picik dan Emosionalnya Oknum Mahasiswa ITB itu

Siang ini (24 Oktober 2007) sepulang kuliah Matematika Diskrit, gua lagi jalan berdua ke arah parkir barat dari Lab Radar bareng temen gua, Ari. Hujan tiba-tiba menitik dengan cukup deras sehingga gua dan Ari secara spontan memilih untuk berjalan di koridor gedung Fisika di sisi kiri yang beratap untuk menghindari hujan. Kami lalu berjalan sambil mengobrol di sepanjang koridor tersebut.

Baru beberapa meter berjalan di koridor tersebut, kami melihat seorang mahasiswa dan mahasiswi sedang duduk lesehan di sisi koridor yang bentuknya melebar karena lebih menjorok ke dalam dibandingkan sisi koridor yang lain. Secara sekilas terlihat wajah si cewek sembab dan matanya merah sehingga gua simpulkan bahwa ia sedang menangis. Si cowok berada di sampingnya. Gua sama sekali ga ambil peduli tentang mereka, begitu pun Ari – kami sama sekali tidak mau ambil pusing.

Kami terus saja berjalan. Lalu, terlihat sebuah ponsel tergeletak di tengah-tengah koridor di hadapan kami. Secara spontan gua ngomong ke Ari,” Eh, ini HP siapa nih?”. Gua ngerasa heran, kok ada HP tergeletak di tengah jalan gini. Gua tahu sepertinya HP itu milik salah seorang dari pasangan yang sedang gundah di sisi kiri gua. Akhirnya kami melangkahi HP tersebut.

Saat itu juga, terdengar bentakan keras dari sisi kiri kami, ”Woi!!! Itu HP gua!!! Mau apa loe?!!!”. Ternyata bentakan itu diteriakkan oleh si cowok. Cowok itu lalu menatap gua dengan tajam melalui celah sepanjang satu meter antara dinding gedung dengan tiang penyangga gedung. Jarak kami sekitar tiga meter.

Gua sontak berhenti berjalan dan menengok ke arah dia. Lalu, gua–yang gak terima dibentak-bentak kayak gitu tanpa sebab–bales teriak, ”Gua cuman nanya aja!! Mau apa loe?!”. Gua dan cowok itu saling memelototi dari tempat masing-masing. Tapi, Ari segera menarik gua untuk segera pergi saja. Emosi gua (sayangnya) gak terpancing karena sampai beberapa detik yang lalu gua masih dalam kondisi good mood sehingga gua mau saja diajak pergi oleh Ari. Kami melangkah dari sana. Gua dan cowok temperamental itu kehilangan kontak mata karena terhalang oleh tembok.

Tapi, tiba-tiba cowok temperamental itu berteriak (lagi), ”Woi!!! Mau ke mana loe?! Gua anak S*P*L!!! Ini wilayah gua! Loe jangan macem-macem di sini!!!”. Gua berhenti berjalan dan menatap dia yang sedang berjalan ke arah gua. Gua diam sambil menatap dia, karena emosi gua entah kenapa tetap stabil–nggak terpancing kemarahan tidak berdasar cowok temperamen tersebut. Cowok tersebut terus mendekati gua sambil mengambil ancang-ancang untuk memukul. Dia ngomong, ”Loe mau gua tanganin ya?!”. Tapi, Ari segera memisahkan kami. Gua pun ditarik pergi oleh Ari. Namun gua sempat berkata, ”Kita ini orang intelektual mas. Jangan dikit-dikit main fisik donk!”.

Gua gak mau meladeni dia. Walaupun gua pemegang sabuk biru karate dan fisik gua selama ini lumayan karena aktif di organisasi pecinta alam kampus, gua gak mau bermain fisik. Gua sadar, berkelahi di kampus adalah pelanggaran berat dengan sangsi Drop-Out alias DO. Selain itu, main fisik juga sama sekali gak mencerminkan jiwa intelektualitas yang seharusnya dimiliki para mahasiswa, ITB lagi – yang katanya putra-putri terbaik bangsa. Jadi sebagai mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, yang merupakan fakultas terpandang di ITB, gua sadar berkelahi di kampus adalah tindakan yang paling bego yang dapat dilakukan mahasiswa. Apalagi kalau berkelahi TANPA ALASAN YANG JELAS. Walaupun ditantang untuk berkelahi, jangan pernah kepancing. Baru kalo kepaksa, silakan ladeni untuk menjaga harga diri. Walaupun tetap saja bermain fisik adalah tindakan picik yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang berpandangan sempit.

Sayang, cowok picik di hadapan gua gak ngerti hal itu. Lagipula, dia hanya berani menantang dari ’wilayahnya sendiri’. Belum tentu dia berani kalau bukan di ’wilayah dia’. Kata-katanya yang: ”Gua anak S*P*L!!! Ini wilayah gua! Loe jangan macem-macem di sini!!” adalah kata-kata orang picik. Emangnya gedung jurusan dia dan daerah2 sekitarnya milik anak2 s*p*l doang? ITB itu kan kampus terbuka, bahkan orang luar pun bebas berkeliaran di seluruh wilayah ITB yang diperuntukkan buat umum.

Gua pernah mengalami hal yang sama sebelumnya. Waktu sma, gua pernah dapet masalah karena senggolan motor dengan salah seseorang yang ngga gua kenal. Dia melontarkan ucapan yang bermakna sama (dengan bahasa Sunda), ”Ieu wilayah aing. Babaturan urang loba di dieu. Sia tong macem-macem di dieu.” Ini adalah kata-kata yang hanya dilontarkan orang-orang picik. Tapi waktu itu gua maklum, karena gua tahu dia bukan orang terpelajar, paling-paling dia lulusan sma yang gak bermutu. Tapi kali ini dilontarkan mahasiswa ITB, men! Tanpa alasan yang jelas lagi!

Btw, gua pengen tau apa sih yang nyinggung perasaannya? Gua cuma ngomong spontan tentang HP yang tergeletak di tengah jalan. Gua kasian aja ama pemilik HP itu klo2 terinjak orang dan hancur. No others!

Mungkin ada yang gak beres tentang hubungan si cowok tersebut dengan cewek yang menangis di sebelahnya tadi. Barangkali cowok itu diputusin si cewek, ato si cewek hamil di luar nikah dan minta pertanggungjawaban si cowok – gua gak mau tahu. Tapi seberat apa pun masalah loe, jangan membuat masalah lain yang malah bisa menambah rumit kehidupan loe. Apalagi masalah yang sama sekali tidak beralasan dan dibuat-buat. Dia harusnya terima kasih ke gua. Klo gua tadi melayani dia, kita berdua bisa babak belur dan sama-sama DO dari kampus. Kita berdua bahkan bisa ditahan di sel kepolisian. Apa dia gak sadar akan hal tersebut?

Dewasa lah dikit... Kendaliin emosi loe. Tapi gua maklum kok. Emang banyak orang yang dewasa secara fisik, namun belum dewasa secara mental.

Banyak orang yang tidak cukup cerdas untuk mengendalikan emosinya.

Tambahan juga, banyak anak ITB yang terperangkap dalam aroganisme jurusan, yang sebenarnya gak penting. Kayaknya calon tukang kuli bangunan dan calon koruptor proyek pembangunan itu (masih calon, karena belum tentu dia lulus) juga terperangkap dalam arogansi jurusan tersebut. Udah lah lupakan saja hal gak penting itu, gimana Indonesia mau maju kalau dalam tingkat kampus saja mahasiswanya gak merasa ’satu’.

Syukurlah emosi gua ngga terpancing. Setelah insiden itu pun, gua gak merasa terjadi apa-apa. Enjoy aja! Tapi sebenernya gua pengen tahu masalah apa gerangan yang sedang terjadi dengan sepasang anak manusia tadi. Barangkali gua bisa bantu buat memecahkan masalah mereka. Sebenernya akan lebih baik jika loe ajak gua dan Ari untuk sharing masalah loe ke kita, daripada loe malah menambah rumit hidup loe dengan marah-marah dan menantang berkelahi.

Pesan gue buat tuh anak: kendaliin emosi yang meledak-ledak. Serumit apa pun masalah yang sedang membelit, dinginkan pikiran. Jangan melampiaskan emosi loe ke orang lain yang tidak bersalah. Dewasalah. Gunakan akal, logika, dan pikiran loe untuk berpikir tentang akibat dan efek lanjut dari setiap tindakan kita. Kita sama2 cowok, yang didesain untuk lebih menggunakan logika dan pikiran daripada emosi dan perasaan.

Oke, sekian aja sharing pengalaman dari gua. Moga-moga ada yang bisa diambil hikmahnya dari insiden ini. Ada yang mau komentar? Silakan!

Rabu, 24 Oktober 2007

Susahnya Beli HP

Beberapa hari terakhir ini – tepatnya sih sejak hari lebaran – gua ngerasa terasing banget dari peradaban, terutama dari komunikasi dengan saudara n temen2 gua. Bayangin aja, selama sebelas hari, sejak H-2 lebaran ampe H+8 lebaran, gua tinggal sendirian aja di rumah tanpa alat komunikasi vital (eh, jangan ngeres dulu ente; kata ’komunikasi’nya dibaca juga donk) saat ini: Handphone. Berhubung mama n adekku nebeng mudik bareng om ke *piiipppppp...* (sensor :-), gua terpaksa ’meninggalkan diri’ sendiri di rumah. Yah, sebenernya bisa aja sih ikut mereka mudik ke kampuang halaman,, tape eh tapi berhubung juga abis libur lebaran puluhan sks ujian menunggu, gagal deh rencana mudik n ketemu sodara2 nyokap n bokap di sono. Padahal udah 7 taun gak mudik; wah pasti udah pada gede n cakep2 tuh keponakan2 gua – sama kayak omnya, hehe..

Emang AADC sih? Tunggu dulu! Ini bukan tentang AADCnya Rangga dan Cinta; tapi tentang Ada Apa Dengan Cellphone gua? Begini ceritanya: Asalnya gua punya 2 HP GSM; yang satu Siemens A55, satunya lagi Sony Ericsson T610i. Nah si abang sony teh pas dua minggu sebelum lebaran chargernya rusak, jadi ngga bisa dicharge.. Tapi pikir gua: ’Ah males ke BEC nih, lagian juga masih ada hp yang satu lagi’. Jadilah gua pake yg siemens.. Eh charger tak dapat diraih, kecemplung tak dapat ditolak. Iya! HP siemens satu2nya yg tersisa tewas pas kecemplung ke air sirop ABC rasa orange squash yg lagie gua minum.. Bah, tuh hp teteup angger keukeuh teu tiasa dianggo deui. Padahal udah gua jemur seharian di bawah terik matasapi eh matahari, tetep rusak.. Akibatnya gua terisolasi dari dunia luar, gak bisa dihubungi dan menghubungi.. Untung masih sempet ngirim sms lebaran ke temen2 pake hp pinjeman.

Nah, begitu ceritanya. Jadi udah ampir dua mingguan nih gua gak megang hp. Sial,, mana pas kuliah mulai gua dijutekin lagi oleh seseorang gara2 dia gak bisa ngehubungi gua n gua gak pernah ngehubungi dia. Maklum, gua ditinggalin nyokap mudik dengan duit pas-pasan buat makan doank, bisa2 makan nasi+masako doank gua klo kudu nelepon ke wartel segala mah!

Itu sebabnya udah semingguan gua ancer2 mau beli HP baru (males beli sekon, harga ampir sama dgn yang anyar tapi resiko barang ’modif nan bobrok’ terbuka lebar – ribet emang klo beli HP sekon!). Gua mau jual aja deh HP yg Sony Ericsson T610i itu. Daripada beli charger baru yang harganya seratusan ribu (yg notabene seperempat dari harga pasaran HP T610i sekon), mending gua HP baru kan! Itu juga klo tuh HP masih bagus. Gua ragu HP itu masih oke – masalahnya, terakhir hp itu ’hidup’, layarnya kayak ada yg konslet gitu.

Nah, gua udah nge-list daftar HP inceran. Awalnya sih gua pasang budget gak lebih dari satu juta (rupiah lah!) n kudu beli HP yg masih kinclong alias anyar. Gua juga ngebuat ’kriteria’ HP idaman gua. Pertama: kudu ada fasilitas kamera dan video yang lumayan buat ukuran HP (berhubung gua udah lama pengen bisa fotografi – tapi berhubung duit tabungan gua gak dialokasikan buat beli digicam, rencananya sih buat beli laptop pas awal tahun depan – ini syarat mutlak! Dan kameranya juga kudu lebih dari kamera CIF yg udah ada di hp T610i yg dulu). Kedua: kudu ada musik player, khususnya mp3 (sebagai pendengar musik, ieu mah kudu aya atuh). Katilu: layar kudu TFT >= 262K – pikselnya bebas (knapa? Kerna kamera yg oke kudu ditopang oleh layar yg mendukung donk). Empat: koneksi (minimal ada si gigi tiga ’bluetooth’ ato usb-port), email, dan browser (kudu support wap 2.0 n gprs 10) buat komunikasi tuh hp. Lima: desain gak norak. Tuh gampang kan syaratnya? Jadi ayo buat para hp2 jomblo silakan ketik reg spasi gua ke 7669, hehe (lu kira kontak jodoh?!)

Tapi setelah dipikir2 lagie, syaratnya gua tambahin lagi: radio FM embedded. Gua seneng dengerin radio, dan ga mungkin gua nenteng2 radio n sound system gua ke mana2. Itu alasannya.

Maka, yang awalnya gua ngincer (banget!) Sony Ericsson K510i (spek: bluetooth n infrared; wap2.0 dan gprs 10; layar TFT 262K 128x160 pixel; kamera 1,3 MP; video (QCIF); support xHTML, HTML dan email; player mp3/AAC/MPEG4). Wah gua asalnya ngebet banget ama HP ini. Harga yang murah (baru: Rp. 950.000) dengan fitur yang berlimpah. Berkamera 1,3 MP, dengan fasilitas 4x zoom, night mode, dan fasilitas2 laen yg lumayan buat ukuran hp. Bagus nih hp, sayang gak ada Radio FMnya.

Sony Ericsson emang baek banget klo masalah fitur ponsel produknya. Ponsel dengan fitur canggih namun harga miring. Beda dengan saingan beratnya, vendor ponsel asal Finlandia yang juga produsen ponsel paling ngetop di Indonesia (tau sendiri lah? Clue nya banyak tuh :-) Oke lah kualitasnya emang oke n fiturnya canggih, tapi produknya dibanderol dengan harga tinggi bro! Apalagi yg sekonnya juga teteup harganya tinggi. Jual mahal tuh ponsel. Padahal dengan budget yang sama, gua bisa dapet hp merk lain dengan fitur jauh lebih melimpah, tapi kualitas yang tidak murahan. Hehe, sori buat pemilik HP dengan merk tersebut. Maklum, mahasiswa mas! Masih bokek.

Makanya gua yg berdompet cekak ini gak mau ngelirik vendor yg itu.

Tapi selain Sony Ericsson K510i, ada inceran lain: LG KG200. Nih speknya: port USB; wap2.0 dan gprs 8; layar TFT 262K 128x160 pixel; kamera 1,3 MP; video; support xHTML; player mp3, dan Radio FM. Sayang, fitur lainnya minim. Gak sebanyak fitur K510i. Nilai plusnya: ada Radio FM.

Ada juga i-mobile 611. i-mobile adalah vendor ponsel asal Thailand, yang penjualan produk ponsel GSMnya di Indonesia terintegrasi dengan chip provider GSM XL. Kok bisa sih? Karena i-mobile dan XL adalah anak perusahaan Telecom Malaysia, jadi deh disatuin. Wah, sayang euy. Gua kan udah dari dulu banget make nomor hp yang sekarang: Simpati nya Telkomsel. Masak ganti nomor?! Lagian kan justru salah satu keunggulan hp GSM adalah nomornya bisa dituker2 kan? (klo bagi gua sih..) Makanya gua ngebatalin HP ini. Lagian denger2 kualitas i-mobile gak terlalu bagus. Padahal fitur i-mobile 611 gila banget loh dgn harga super miring! Dengan harga 611 anyarnya cuma 1,4 juta, tapi liat donk speknya: bluetooth n port USB; wap2.0 dan gprs 12; layar TFT 262K; kamera 2 MP dengan autofokus, modus macro, night mode; memory internal 88 MB dan microSD; video; support HTML dan email; player mp3/3gp/MPEG4, Radio FM, 3D speaker; TV-out, dll. Gak sebanding kan dengan harganya?

Tapi berhubung gua mencari HP dengan kualitas kamera yang oke (inilah sebenernya target utama hp idaman gua: ponsel kamera untuk motret2 dan speaker yg oke), maka gua memutuskan untuk beli produk Sony Ericsson aja – dan nggak produk lain. Eits, jangan mikir gua adalah Sony Ericsson maniak dulu! Enggak! Gua pikir, Sony Ericsson (yang merupakan gabungan 2 perusahaan: Sony asal Jepang dan Ericsson asal Sweden) kan juga buatan Sony, sementara perusahaan Sony kan udah punya pengalaman puluhan tahun sebagai produsen kamera yang kawakan. Makanya gua kukuhkan hati, teguhkan niat, bulatkan tekad (kok kayak jargonnya capres apa gitu ya?) buat beli produk Sony Ericsson. Klo masalah speaker gak terlalu signifikan bedanya merk per merk (dgn budget menengah).

Tapi tunggu dulu! Gua akhirnya ga jadi beli Sony Ericsson yg K510i ato LG KG200. Kualitas kamera keduanya biasa aja, dan cenderung rendah. Apalagi K510i gak embedded Radio FMnya. Gua akhirnya menaikkan budget gua jadi sekitar 1,5 juta. Berhubung gua pengen ponsel kamera yang ’oke’ buat mengabadikan momen gua, gua ridho deh ngasih dana ekstra demi mewujudkan ambisi itu.

Oke kali ini gua tetapkan target gua lagi dgn budget 1,6 juta: Smua HP yang disebut kemudian memenuhi spek berikut: Bluetooth, port USB; wap2.0 dan gprs 10; layar TFT 262K 176x220 pixel; kamera 2 MP dengan lampu flash, macro mode, night mode, dll; video (QCIF); memory internal dan eksternal hingga 2GB; support xHTML dan email; player mp3/AAC/MPEG4), Radio FM, dll).

Pertama: K550i (spek plus: autofokus kamera dan Cyber-shot yang terkenal itu loh, 3G/UMTS, infrared, RSS feed) harga Rp. 1,8 juta (pikir gua: ”ah beda dikit dari budget, tinggal nambah 200 ribu perak”). Kedua: W800i (spek plus: autofokus kamera, MIDP 2.0) harga Rp. 1,6 juta (”harga cocok nih!”). Tiga: W700i (plus: MIDP 2.0) Rp. 1,7 juta. Tapi ternyata ada juga dari merk lain yg speknya cocok: BenQ-Siemens S88 (spek persis targetan gua, plusnya ada 3D sound, minusnya memory internal cuma 20 MB, dan NGGAK ADA Radio nya! Sayang sekali saudara2...

Jadi, akhirnya setelah proses eliminasi, kontestan yang bertahan adalah Dirly dan Gea!!! (lho lu kira lagi idol?  Sori lagi error). Nggak, tersisa adalah Sony Ericsson K550i dan W800i. Harga relatif sama persis – cuma K550i lebih murah 200 ribu, sama2 keluaran medio 2005, sama2 ada kamera 2MP dgn lampu flash dan aotufokus, mode makro, dll; sama2 ada kualitas mp3 dan speaker yang oke; dengan fitur yang hampir sama persis! Wah pilihan sulit euy.. Klo K550i ada kamera ber-Cybershot yang terkenal, tapi W800i kan pemenang perhargaan dari lembaga media fotografi dunia untuk ponsel kamera terbaik tahun 2005.

Sampai sekarang gua masih pusing nih mau beli yang mana. Sebenernya mau ngecek di situs resminya, tapi gila situsnya sony ericsson berat banget cuy! Bandwidth di jaringan ITB udah rendah nih, nak ITB kebanyakan ngunduh pilem2 via rileks nih kayaknya. Udah pernah nyoba berkali-kali di lab IF dan di sekre KMPA di sunken-court; tetep aja gak ’done-done’ aja. Di warnet ujungberung pun sama aja: LAMA! Emang butuh bandwidth tinggi buat ngakses tuh situs..

Sebenernya hal paling asik pas beli alat elektronik adalah pas kita sibuk2 n semangat2 nya untuk nyari informasi ttg produk dan perkembangan teknologi yang kita butuhkan ke sana-sini. Ngga terasa pengetahuan bertambah dengan signifikan. Dari awalnya gaptek (gagap teknologi) jadi gatek (gape teknologi).

Oh ya, ada yang punya pengalaman serupa pas mutusin beli ponsel/alat elektronik lainnya? Yang bingung, yang tajir, yang kere, yang item, yang jelek, eh idup lagi..  Ayo komen donk!

Minggu, 02 September 2007

Open House Unit ala KMPA

Walau udah telat, gw pengen cerita nih pengalaman waktu OHU kemaren... So, you gonna check this out!

Fiuhh.. Akhirnya setelah berjuang keras smpai titik darah penghabisan dan cucuran keringat terakhir, para panitia OHU (Open House Unit) Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) Ganesha bisa bernafas lega. OHU kita ternyata berhasil dengan sukses loh... Apa buktinya? Ini nih: mahasiswa yang daftar ke stand KMPA pas OHU mencapai 150 orang lho. Wow! (kata Jupri) Itu adalah rekor untuk beberapa tahun terakhir. Padahal itu masih pendaftar waktu OHU aja lho.

OHU itu sendiri yg diadain tanggal 18 Agustus 07, dari jam 7 pagi ampe 3 sore, mengambil tema "satu itb, bias kreasi". Gak perlu awak kasih tau kan apaan tuh artinya.. Nih awak kasih liat poster OHU nya... Menurut awak sih posternya agak kurang menarik... (Hehek, piss ya buat desainer nya)


Kesuksesan KMPA (kata mahasiswa baru yg diwawancara) karena sewaktu pawai OHU dulu @ Sabuga, KMPA berhasil menarik perhatian para mahasiswa baru.

Pawai OHU itu diadain @ Sabuga - abis solat Jumat, tanggal 17 Agustus. Pada pawai itu, KMPA diwakili oleh Baim & Maman (yang tampil di panggung) serta Yanu, Sani, Gustaf, Didik, n Irfan (yang ngebagiin flyer ke mahasiswa baru). Baim make kostum yang gokil abis, bayangin aja, masa dia make kostum rafting - lengkap dengan helm, pelampung, dayung, celana kolor, dan perahu-perahuan yg dibuat dari styrofoam... Gak usah heran klo akhirnya para berondong *Rime mode on, hehe* itu pada terpesona dengan penampilan tuh orang Betawi. Tapi jangan nglupain juga jasanya si Maman Ndeso. Dengan kostum GH (Gunung-Hutan) plus ransel super porter yg dia pake, ditambah dengan muka deso nya yg lugu (hehe, piss..), dia berhasil mengecoh para mahasiswa baru untuk tertarik ke KMPA.

Oh ya, flyer yg KMPA bagikan ke mahasiswa baru itu pun nggak kalah menipu lho... Masak cuman ada 6 versi flyer, tapi kita malah nyantumin di flyernya:
"Tukarkan 7 seri flyer ini dan dapatkan hadiah menarik @ stand OHU KMPA"
Wakakakakkakakak, penipuan euy ini mah!
Ini nih gambar flyernya (liat deh bagian paling bawahnya..)

Awalnya panitia mikir klo "gak mungkin ah bakal ada yang nukar flyer-flyer itu ke stand KMPA!". Jadinya kita sama sekali gak nyiapin 'door prizenya' itu. Lagipula kan cuma ada 6 flyer yang bener2 dibuat, sedangkan harus ada tujuh flyer yg dikumpul klo mau dapet 'doorprize'. (padahal mah doorprizenya cuma ilusi belaka... Hehe)

Tapi ternyata oh ternyata... Ada seorang mahasiswi baru (anak FTSL 07) yang dengan gigih dan gagah berani mengumpulkan lengkap keenam seri flyer itu, trus mendatangi stand OHU KMPA dan menagih janji akan doorprizenya. Panitia kaget n suprise lah pas didatangin tuh cewek: "gila,, niat banget nih cewek!". Karena panitia emang gak ada persiapan, akhirnya kita keluarkan jurus pamungkas kita: "Wah, maaf mbak... Baru bisa dapet doorprize klo udah ngumpulin 7 seri flyer. Jadi sori banget, hadiahnya blum bisa kita kasih..."

Tapi dasar tuh cewek emang jago ngeles, ditambah dukungan cuap2 dari temennya (anak SR 07): "Yahh... Masa gak dapet sih mas? Saya padahal udah capek2 keliling sabuga buat nyari & tuker2an flyer ini loh.."
Pan (sambil deg-degan - takut ketahuan boong): "Yah, abis gimana lagi donk mbak. Kan aturannya harus ngumpulin 7 flyer dulu.. Baru bisa ngambil hadiahnya."
Cw : "Ya udah susah lagi ngumpulinnya. Gw aja udah nyari kemana2 emang gak ada kok yg versi itu"
Pan (bengong karena takjub ;-)
Cw : "Klo gitu mana hadiahnya? Mau liat donk"
Pan : "Ehhmm... Uhmm... (gak siap ditanya kek gitu) Hadiahnya kayaknya belum dikirim oleh logistik mbak. Gini aja, mbak kumpulin dulu satu seri lagi deh, baru kita kasih hadiahnya."
Cw : "Tapi pengen liat donk hadiahnya.. Atau jangan2... Hadiahnya gak ada ya?"
Pan : "Ya elah.. Gak mungkin lah gak ada. Udah kita sediain kok. Cuman aja kita gak nyangka bakal ada yang nukerin flyer2 itu. Jadinya belum kita siapin" (padahal mah emang nihil)

dan setelah berdebat panjang lebar..

Pan (karena salut dengan 'kegigihan'nya - atau 'kekurang-kerjaannya?!') : "Ya udah deh, klo gitu kita ambil dulu hadiahnya di sekre KMPA. Nanti jam11 ke stand KMPA lagi aja ya?"
panitia pun kembali ke sekre buat nyari sesuatu untuk dikasih ke tuh cewek

Jam 10.lewat.. Dengan berbekal beberapa jenis stiker (ada stiker KMPA, stiker WWF, dll) & beberapa biji 'second skin' (yang buat di selimutin di spanjang tangan gitu lah), pan kasih lah ke cewek 'gigih' itu. Untung aja ada barang2 itu yang gw rampok dari Kanopi (kanopi itu badan usaha KMPA yang ngejual alat2 adventuring). Klo nggak... Bisa2 panitia dilaporin deh ke pulisi... Ampunnnn, ngga lagi deh nipu2 gitu!

- Sering2 yah main ke blog KMPA,, insya allah tiap 3 hari sekali diupdate kok -



Lam dari anak2 GL (Gladi Lanjut) KMPA. Ciao!

Kamis, 30 Agustus 2007

Koleksi Nama Terkutuk

Kmaren pas gw lagi di parkiran SR, gw ketemu dengan temen sekelas gw waktu di sma dulu. Awalnya gw nggak mengenali dia, karena waktu itu helm motornya sedang menyelimuti hampir keseluruhan mukanya. Gw malah sempet ngerasa tersinggung karena ada orang yang ngeliatin gw trus, kayak ngajak berantem gitu... Eh ternyata yg ngeliatin gw itu temen sekelas sma. Untung aja kek gitu, kalo nggak.... (u kow lah – i’ll not mention it)

Tuh anak emang sekelas dengan gw dulu pas sma, tapi dia baru masuk itb tahun ini (2007), tepatnya sih di SITH (stand for School of Life Science and Technology – btw kok kepanjangannya gak nyambung yak – it’s ok, just don’t think about it).

Gw sempet kaget waktu ketemu dia, bukan karena mukanya yg tambah kusut (piss), tapi karena dia manggil gw dengan salah satu panggilan iseng yg dinobatkan temen2 untuk gw semasa di sma dulu. Udah lama gw nggak dipanggil dengan nama2 terkutuk itu. Makanya gw rada ’shock’.

Sebenarnya gw sangat sering dijejali panggilan2 aneh semasa sekolah dulu. Waktu di SD pun, gw udah punya ’nama kesayangan’ dari temen2, tapi gw lupa mereka nyebut gw apa (fiuuhhhhh....). Trus waktu kelas 2 smp, gw punya temen2 se-gang di kelas (anggota gang ini paling banyak di kelas gw dulu, sekitar 10 orang) yang manggil gw dengan sebutan terkutuk : ’Jahem’. Gw sendiri gak tau dari mana asal sebutan terkutuk itu, tapi rupa2nya temen sebangku gw (yg punya nama julukan sendiri, yaitu ’Sadut’) yang pertama kali menjuluki gw dgn sebutan itu. Asat-usut, nama itu ternyata berasal dari kebiasaan gw yg klo ngasih ’kode’ untuk nyontek waktu ujian (uupssss...) dengan mendehem. Deheman itu kan suaranya ’ehemm’, jadinya si Sadut itu memelesetkan nama gw menjadi ’Jahem’ (gak nyambung yah?). Jadilah temen2 gw yg lain pun manggil gw seperti itu...

Koleksi panggilan terkutuk itu bertambah waktu di kelas 3 smp. Kebetulan kebanyakan temen2 gw pas kelas 2 smp udah tersebar ke kelas yang berbeda-beda. Jadi nama ’Jahem’ udah gak begitu eksis lagi. Tapi emang udah nasib kale, ada aja yg manggil gw dengan sebutan terkutuk lainnya. Guru Matematika gw waktu itu, demi kerahasiaan, kita sebut aja dengan nama ’P Sugih’ (eh ini mah emang nama dia sebenernya – ah dasar gu*bl*k gw) lah sang pencetusnya. Nih guru emang gaul dan gokil, tipe2 guru inspiratif (tararengkyu pak, bapaklah yg memberi gw esensi ttg ’matematika’, & bapaklah yg mendobrak gaya belajar guru tradisional yg monoton dan membosankan). P Sugih emang berkarakter ’interaktif’ dgn murid-muridnya: seneng bikin gosip2 ’asmara’ antara murid yg satu dengan yg lainnya & seneng ngejodoh-jodohin murid2nya (gw juga termasuk korbannya), seneng manggil anak2 muridnya dengan sebutan2 yg ’spontan’, seneng ngegodain, seneng nyuruh2 ke depan, sering ngasih duit klo bisa ngerjain soal ke depan :-P, dll. Nah suatu saat, beliau inilah yg mencetuskan ’nama kesayangan’ itu waktu dia mau nyuruh gw ke depan kelas. Sejarahnya gini: karena beliau (might be) lupa dengan nama gw, plus nama gw emang rada2 ribet & rada kebarat-baratan (ah kate siape lu..?!), akhirnya dia asal ngomong aja dengan manggil gw dgn sebutan: ’Jacob! Maju ke depan!’. Setelah tawa temen2 sekelas usai, dinobatkanlah salah satu nama terkutuk lagi ke dalam koleksi gw.

Setelah masuk sma, kesialan gw masih berlanjut. Dimulai pas gw di kelas satu sma. Waktu itu – maklum masih masa puber – gw n temen2 sekelas gw ’kadang-kadang’ suka ngobrol tentang – yah sebut aja ’sex education’. Akibat obrolan2 santai itu, ditambah dengan muka gw yg kata salah satu (inget loh, cuma salah satu!) dari para gila itu bertipe muka ’mes*m’, gw dijejali dengan nama2 terkutuk (lagi?!), such as: Tjabul, Bang Col, Bang Cil, dan sejenisnya. Dan sialnya, lagi2 nama panggilan itu melekat pada diri gw (Huuhhhh...!!!! Terkutuklah kalean smua...!!!!!). Kadang2 nama2 itu sering disingkat jadi ’Col’, ’Bul’, ato ’Cil’.

Oh ya, ada lagi nih! Klo ini awalnya karena budaya sesat temen2 sma gw yg asalnya dari smp 5 bandung. Waktu smp, mereka sering menyebut nama dengan nama bokap mereka masing2. Contoh (ini yg paling gw inget), temen gw Nicko dipanggil dgn sebutan ’Gundarto’ – karena bokapnya bernama Gundarto. Sadis kan? Dan jadilah gw pun disebut dengan nama asli bokap gw: Ali Amiruddin. Dan karena nama bokap gw terdiri dari 3 suku kata, yaitu Ali, Amir, dan Udin; 3 kata ini lah yg sering dipake orang2 autis itu buat menyeru gw (walaupun yang paling ngetop ya nama depannya – Ali).

Sudahkah berhenti pada kelas 1 sma? Ohhhh..... Ternyata tidak! Di kelas 2, nama ’Tjaboel’ jadi semakin populer. Bahkan diplesetin menjadi ’Tjaboe’ – yang bahkan jadi nama ’trade mark’ bagi komunitas anak2 kelas 2D V-06. Dan koleksi nista itu pun masih ber-reproduksi. Kali ini menetaskan nama baru: ’Tuling’. Kata ini merupakan bahasa dari kampung bokap gw – Muaradua (ayo ada yang tahu gak ini di mana...?), yang artinya salah satu onderdil. (Emang parah temen2 gw dulu.... Hiks...).

Di kelas 3 sma, temen gw waktu di kelas 2 dulu mewariskan nama ’Tuling’ itu ke bekas temen2 segang nya dulu waktu di kelas 1 sma (dan mereka jadi temen sekelas gw pas kelas 3 sma). Akibatnya, heuh! (u know what happened later). Dan nama inilah yang dipakai oleh temen SITH gw untuk memanggil gw waktu ketemu di parkiran SR kmaren.

Tapi akhirnya berakhirlah penderitaan gw setelah kuliah ini – atau malah BELUM?! Ternyata jawabnya : BELUM. Dasar emang garis hidup gw kale, di kuliah pun – tepatnya di unit kegiatan mahasiswa yg bodor tea, alias di KMPA, gw teteup punya ’nama kesayangan’ yaitu ’Beruang’ atau diterjemahkan menjadi ’Pooh’. Dan kayaknya, nama ini bakal langgeng menghiasi koleksi panggilan-panggilan ’terkutuk’ milik gw... Hiks...

– Btw, did you ever have ’god-damned’ names too? –

– Please visit KMPA Ganesha ITB blog : http://kmpaganeshaitb.blogspot.com –